Hari keenam, gue lanjutin perjalanan.
Masih di Kyoto, kali ini gue mau ge Kinkakuji. Sama dengan Ginkakuji, cuma
paviliun satu ini dilapisi emas pada bagian luarnya. Jadi bisa dilihat,
warnanya mengkilap banget.
Dari Gion, gue menuju ke Stasiun Bis
Sanjo Heian, kemudian naik bis nomor 12 dengan membayar 220 yen dan turun di
halte Kinkakuji. Sampai Kinkakuji gue harus jalan ke loket tiket. (http://www.ieice.org/emc09/kyoto/tourist_guidebook.pdf)
![]() |
| Kinkakuji Temple |
Tempat ini buka dari jam 09.00-17.00
dan harga tiket masuknya 400 yen. Bangunan paviliun ini dibangun dengan tiga
lantai. Lantai pertama dibangun menggunakan gaya Shinden yang biasanya
digunakan pada istana2 pada periode Heian dengan eksterior berupa pilar2 yang
terbuat dari kayu serta kontras dengan dinding putuh. Kemudian di bangunan
kedua di atasnya, gaya yang dipakai adalah Bukke yang biasanya digunakan untuk
residen Samurai dengan eksterior luar berlapis emas. Kemudian bangunan paling
atas, yaitu bangunan ketiga dibangun menggunakan gaya Chinese Zen Hall dengan
eksterior berlapis emas dan ada patung Phoenix di atas atapnya yang juga
berlapis emas.
Setelah keliling disini, gue pengen
nyobain ke rental kimono terdekat di paviliun ini. Ada sih rental deket sini, namanya Ume Sakura
Kimono Rental. Tapi setelah gue nyari2 petunjuk, ternyata rental Kimono itu
mahalnya bikin leher kecekek. Masa 1 set kimono aja yang paling murah sekitar
21.000 yen. Jadi gue memutuskan ga jadi. Mending buat makan wagyu aja kali.
Disini, gue mau nyari makan. Dan disini
ada tempat makan Italia yang lumayan murah. Namanya York House Italian
Restaurant. Harga 1 porsi pizza ada yang 680 yen sampai 700 yen. Jadi gue milih
makan pizza aja. Bisa dilihat di alamat ini buat nyari restoran yang murah. (http://www.japanvisitor.com/index.php?cID=383&pID=906)
Selesei makan, gue mau ke Nara. Nara adalah sebuah kota tua. Jarak Nara
dan Kyoto sekitar 42 km. Gue mau lihat kuil Todaiji yang terkenal itu. Dari
Kinkakuji, gue harus balik ke Stasiun Kyoto. Berarti gue harus naik bis dari
Kinkakuji-michi ke Stasiun Kyoto. Gue harus naik bis nomor 101 dengan membayar
220 yen. Dari stasiun Kyoto, kita harus naik JR dengan kereta Kaisoku arah
stasiun JR Nara. Waktu tempuh sekitar 45 menit dan biaya sekitar 690 yen
sampailah kita di stasiun Nara. Kemudian, dari stasiun Nara menuju kuil Todaiji
kita jalan kaki sekitar 45 menit. Harga tiket masuk kuil ini 500 yen.
![]() |
| Todaiji Temple |
![]() |
| Daibutsu |
Todaiji adalah bangunan kuil Budha kayu terbesar di dunia. Dan
bitetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Sebelum kita memasuki
Daibutsuden, kita akan melewati pintu gerbang utama, yang juga dibuat dari kayu
yang dinamakan Nandaimon. Disana terdapat dua patung raksasa, Nio (Benevolent King)
dengan tinggi sekitar 8 meter. Di dalam kuil ini terdapat patung Budha dari
tembaga dan perunggu (Daibutsu) terbesar di dunia dengan tinggi 15 meter dan
berat sekitar 550 ton. (http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/09/16/todaiji-temple-kuil-yang-dikawal-seribu-utusan-dari-langit/)
![]() |
| Rusa Imut yang Berkeliaran |
Di sekitar komplek Todaiji ini terdapat banyak sekali rusa yang hidup
bebas. Rusa2 ini dianggap sebagai utusan dewa yang berkelana ke bumi. Dan
jumlah rusa2 ini diperkirakan sekitar 1.200 ekor dan rusa2 ini sangat jinak.
Makanan untuk rusa2 ini dujual oleh pedagang kaki lima dengan harga sekitar
100-150 yen.
Setelah puas keliling kuil Todaiji, gue langsung ke Kobe. Gue kesana
naik kereta lagi dengan jalur yang mumet2. Pertama, gue ke stasiun JR Nara
kemudian ambil jalur Kansai Line (JR West) naik Yamatoji-Rapid dan membayar 1.210
yen kemudian setelah 36 menit sampai di stasiun Tennoji dilanjutkan ke jalur
Osaka Loop Line dan ga perlu bayar lagi. 16 menit kemudian, sampe di stasiun
Osaka dan ambil jalur Tokaido-San-Yo Line dengan tetap tidak perlu membayar
lagi dan 21 menir kemudian sampailah di stasiun Sannomiya (Hyogo). Jarak yang
gue tempuh sekitar 78,8 km dengan waktu tempuh 84 menit. See, mbulet kan..
Disini gue mau langsung nyari penginapan. Soalnya ntar malemnya gue mau
dinner nyobain Wagyu ala Kobe yang tersohor itu. Nah, daripada ribet gue pengen
nyari hotel yang punya harga sedang, tapi dekat atau ada restoran yang nyediain
wagyu. Gue coba searching di http://www.cdb.riken.jp/en/orientation/9e_Hotel_Ryokan_in_Kobe.htm
dan ternyata gue nemu.
![]() |
| Kobe Portopia Hotel Building |
Nama hotelnya, Kobe Portopia Hotel kalo jalan kaki dari Sinnomiya
Station sekitar 10 menit aja. Sebenernya ini hotel berbintang, tapi ternyata
dia nyediain Pre-60 Plan. Jadi sebenernya ini difungsikan untuk orang2 yang
harus melakukan penerbangan pagi jadi ga bisa nginep lama2. Jadi, kita bakalan
check-in jam 16.00 dan sudah harus check-out sebelum jam 11.00 esok harinya. Coba
check aja di http://www.portopia.co.jp/en/.
Waahh, ini pas banget buat gue. Dan harga yang ditawarkan cuma 4.200
yen. Kelebihan lainnya, berhubung ini hotel kelas atas maka ada restoran mewah
di dalamnya. Dan yang lebih menggembirakan lagi, restoran di hotel ini
menyediakan menu daging Tajima yang terkenal itu. How lucky I am..
\(^o^)/
Setelah check-in, gue mau mandi dan
istirahat sebentar. Malamnya, gue mau ke lantai 2 menuju ke restorannya. Dan
gue mau pesen menu Daging Wagyu dan menu yang disediakan adalah menu Gourmet
Dinner Course. Menu ini harganya 10.000 yen per orang sudah termasuk pajak dan
cas service masih ditambah 1 minuman. Dan makanannya berupa,
![]() |
| Tajima Beef |
1. Reastaurant Alain Chapel, French
Cuisine
2. Shukei En, Cantonese Cuisine
3. Tajima, Teppanyaki Grill
4. Kobe Tamura, Tradisional Japanese
Cuisine
Ebuseeettt... jelas gue milih
Tajimanya lah.. Hahaha..
Setelah selesei makan, gue mau
langsung tidur aja. Soalnya besoknya gue mau muter2 Kobe.
***
Hari ketujuh, setelah check-out gue
langsung ke tempat wisata terdekat yang bisa gue kunjungi.
![]() |
| Meriken Park |
Gue mau jalan2 di sekitar wilayah ini, foto di
depan Kobe City Museum yang bangunannya bener2 bagus banget sumpah. Tapi
kayaknya gue ga berniat buat masuk ke dalaem. Cuma lewat aja. Sampai ke Meriken
Park gue berencana buat masuk kesini aja. Meriken Park adalah sebuah taman yang
menghadap ke laut. Tiket masuk taman ini 800 yen. Mariken Park berada di
kawasan pelabuhan Kobe. Taman ini dilengkapi dengan hamparan rumput dan halaman
terbuka yang dihiasi oleh koleksi seni modern dan air mancur. Taman ini juga
disebut sebagai rumah bagi beberapa Arsitek Kontemporer Kota. Disini juga
terdapat Menara Pelabuhan Kobe dan Museum Maritim Kobe serta Musium Kawasaki.
Taman ini pernah hancur dalam gempa dahsyat Hanshin tahun 1995, namun sekarang
tempat ini sangat populer bagi penduduk setempat dan wisatawan. Disini juga
masih ada beberapa bagian dari tempat yang sempat rusak karena gempa dan
digunakan sebagai pengingat.
![]() |
| Kawasaki Museum |
![]() |
| Maritim Museum |
![]() |
| Salah Satu Bangunan Yang Rusak Karena Gempa |
![]() |
| Harbourland |
Sedangkan Harbourland adalah area tepi laut yang
popoler di Kobe dengan deretan toko, restoran, bioskop dan taman hiburan. Harbourland
merupakan tempat kencan paling populer. Ada dua kompleks terbesar di daerah
tersebut, antara lain Mosaic dan Canal Garden. Mosaic adalah sebuah kompleks
perbelanjaan sepanjang pantai dengan berbagai butik fashion kecil dan berbagai
pilihan restoran yang menghadap pelabuhan. Sebuah taman hiburan dengan
Bianglala besar juga ada di ujung Mosaic. Sedangkan, Canal Garden adalah pusat
perbelanjaan dengan Hankyu Departemen Store, toko elektronik, toko olahraga,
dan outlet busana keluarga.
![]() |
| Cakepnya ^-^ |
Selesei keliling, gue mau pergi ke Hokkaido dari
bandara Kansai dan karena gue penggemar berat doramanya om Kimura Takuya sekaligus dorama pertama yang pernah gue tonton. Yak, Good
Luck. Maka gue memutuskan buat naik perusahaan pesawat A.N.A (All Nippon Airways). (www.ana.co.jp/eng/)
![]() |
| A.N.A Plane |
Dari Sannomiya Station, gue naik JR dengan jalur
Tokaido-San-Yo Line dengan membayar 690 yen dan turun ke Stasiun Osaka. Kemudian
disini ganti jalur jadi Osaka Loop Line tanpa perlu membayar lagi. Dilanjutkan
ke Nankai-Limited Express Rapit Beta no. 63 dengan membayar 890 yen. Akhirnya
gue ngelewatin jembatan penghubung antara Bandara Kansai dan pulau Rinku, Sky
Gate Bridge. Dan sampailah kita di bandara Kansai Yang fenomenal itu.
Kansai International Airport adalah salah satu
bandara internasional di Jepang yang dibangun diatas sebuah pulau buatan. Lah,
mumpung gue lagi di Kansai, secara kebetulan itu adalah salah satu tugas presentasi
gue dulu, gue pengen lihat langsung gimana ajaibnya bandara ini. Gue mau
keliling bentar mau foto2 dulu buat dipamerin ke temen2. Hahaha...
![]() |
| Kansai International Airport |
Setelah puas keliling2, gue boarding. Disini, gue
naik Pesawat ANA dengan tujuan bandara Chitose Hokkaido. Dengan biaya sekitar 43.500
yen. Waktu tempuhnya kurang lebih 110 menit.
![]() |
| New Chitose Airport |
Setelah itu gue landing di New Chitose Airport.
Dari sini, gue naik JR Airport No. 191 dengan membayar 1.040 yen dan turun di
Sapporo Station. Di Sapporo, gue mau ke Shiroi Koibito Park, Odori Park,
Botanical Garden, dll. Tapi berhubung waktunya udah ga memungkinkan, jadi gue
berencana buat cari tempat istirahat dulu. Dan kebetulan ada hotel murah yang
deket. Hotel ini cuma 3 menit waktu tempuh dengan jalan kaki. Nama hotelnya
Marks Inn Sapporo dan gue milih Single Room dengan harga 3.100 yen per malam.
Dan sisa hari itu gue habiskan dengan istirahat.( http://www.marks-inn.com/sapporo/english.html)
***
Hari kedelapan gue ke Odori Park. Dari Sapporo
Station gue naik bis Sapporo City Subway-Namboku Line dengan membayar 200 yen.
Dan sampailah kita di Odori. Tempat pertama yang gue datengin adalah tentunya
Odori Park.
![]() |
| Odori Park |
Odori Park adalah taman tengah kota yang sangat
luas dan memisahkan kota ini menjadi utara dan selatan. Taman ini terbentang
sepanjang 1 km dan menawarkan ruang hijau selama bulan-bulan hangat. Biasanya,
pada awal februari, taman ini berfungsi sebagai pusat Festival Salju Sapporo
(Sapporo Snow Festival). Di taman ini terdapat beberapa air mancur yang sangat
bagus. Kalo dilihat-lihat, taman ini bener2 kayak oase di tengah2 padatnya kota
yang penuh bangunan2 tinggi. Pada ujung timur Odori Park berdiri Sapporo TV
Tower yang tingginya dibawah 150 meter.
Dari Odori Park, gue berencana melihat The Clock
Tower yang disebut-sebut sebagai simbol dari Sapporo. Kalo dilihat dari
eksteriornya, bangunan ini ga Jepang banget. Kental banget nuansa Eropanya.
Tapi gue tetep penasaran dan pengen masuk.
![]() |
| The Clock Tower |
![]() |
| Second Floor Hall |
Tiket masuknya 200 yen. Bangunan ini dibangun selama
periode awal pembangunan Sapporo pada tahun 1878 sebagai sebuah aula dari
Universitas Pertanian Sapporo. Pada tahun 1881 sebuah jam dibeli dari Boston.
Dan saat ini menara jam ini berfungsi sebagai museum dengan menampilkan tentang
sejarah bangunan dan Sapporo di lantai pertama. Sedangkan lantai kedua adalah
sebuah hall yang biasa digunakan sebagai tempat upacara.
Dari Clock Tower, gue berencana buat lanjut ke
Botanical Garden. Jarak antara satu tempat ke tempat lain ga terlalu jauh, jadi
gue mau jalan kaki aja. Jarang2 kan kita bisa puas2in jalan kaki. Di Indonesia
mah, kagak mungkin. bisa jalan kaki di tengah kota 100 meter tanpa bengek itu
udah keajaiban. Tap disini beda. Secara udara mendukung banget gitu loh.
Back to the topic..
Botanical Garden didirikan pada tahun 1886 dan
berada di pusat kota dan termasuk milik Universitas Hokkaido dan digunakan
untuk tujuan ilmiah dan pendidikan. Hamparan kebun dengan rumput segar dan
sejuk merupakan tempat yang nyaman untuk istirahat maupun piknik. Kalo gue
bandingin, kayaknya Botanical Garden ini hampir sama kayak Kebun Raya Bogor
mungkin ya. Sama2 ditengah kota dan biasa digunakan mahasiswa buat penelitian.
![]() |
| Sapporo Botanical Garden |
![]() |
| Nijo Market |
Botanical Garden dibat semacam hutan mini di tengah
kota. Bener2 hijau. Buat memasuki areal ini, gue harus bayar 400 yen. Disini
gue mau istirahat sambil hunting foto. Gue selalu suka taman atau kebun yang
seger kayak gini. Mungkin hanya dengan duduk sambil mejamin mata di tempat
kayak gini, bisa bikin pikiran kita relaks. Sesaat beban di otak bakal ilang
gitu.
Habis ngerefresh otak di Botanical garden, gue mau
balik ke hotel. Istirahat. Pegel juga nih kaki jalan mulu (mental orang
Indonesia). Hahaha..Tapi sebelum itu, gue mau mampir Nijo Market. Gue denger,
disini dijual makanan2 segar dan kayaknya murah2.
***
Hari kesembilan, gue mau ke Desa Sejarah Hokkaido (Kaitaku
no Mura). Dari stasiun Sapporo gue naik kereta lokal dan turun ke Shinrin Koen
Station. Waktu tempuhnya sekitar 15 menit dan biaya sebesar 260 yen. Terus
tinggal jalan kaki. suasana pedesaan sangat kental sekali. Dan aku bakal suka
itu.
![]() |
| Kaitaku no Mura |
Desa Sejarah Hokkaido adalah musium udara terbuka
di pinggiran kota Sapporo. Disini, ada sekitar 60 bangunan khas Hokkaido yang
ada pada era Meiji dan Taisho (1868-1926). Masa itu adalah masa dimana Hokkaido
tengah melakukan pengembangan pada skala besar. Untuk masuk area ini kita harus
bayar tiket masuknya sebesar 830 yen. Ada 4 bagian berbeda disini, yaitu kota,
desa nelayan, desa pertanian, dan desa pegunungan.
![]() |
| Kaitaku Kinenkan |
Disamping Desa Sejarah Hokkaido, ada juga Museum
Sejarah Hokkaido (Kaitaku Kinenkan). Kita tinggal jalan kai sekitar 10 menit
buat sampe museum ini dari Desa Sejarah Hokkaido. Tiket masuk area ini 500 yen.
Disini ada beberapa dokumen sejarah perkembangan Hokkaido. Museum ini memiliki
delapan area yang mencakup kronologis sejarah prefektur dari pendudukan pertama
oleh manusia sekitar 20.000 tahun yang lalu untuk tahun2 pascaperang setelah
tahun 1945 dan ke masa depan. Disini gue mau menikmati suasana pedesaan yang
seger. Karena Hokkaido terletak di utara Jepang, makanya udaranya juga seger
banget. Dan industri pertanian disini merupakan yang terbesar di Jepang.
Makanya, bakal banyak hamparan pertanian di Hokkaido.
Lanjut perjalanan lagi, gue mau pindah ke sebuah
tempat dimana makanan favorit gue diproduksi disini.
Yak bener banget.
Chocolate
Shiroi Koibito Park adalah tempat yang pas. Akses
kesana, kita naik kereta JR dengan jalur Hakodate dengan membayar 260 yen
kemudian turun Stasiun Sapporo lalu ambil jalur Sapporo City Subway-Toho Line
dengan membayar 280 yen. Lalu sampai Odori ambil jalur Tozai dengan Sapporo
City Subway tanpa harus membayar lagi dan sampailah di Miyanosawa. Dari sisni,
kita tinggal jalan kaki.
![]() |
| Shiroi koibito Park |
Shiroi Koibito Park adalah sebuah taman perusahaan
coklat lokal. Produk unggulan dari Shiroi Koibito adalah sebuah biskuit yang
terdiri dari dua kue mentega tipis dan lapisan coklat putih diantara keduanya.
Dan ini merupakan salah satu souvenir yang paling terkenal dari Hokkaido.
![]() |
| Shiroi Koibito Company |
Untuk masuk kesini kita harus membayar tiket masuk
sebesar 600 yen. Shiroi Koibito Park buka mulai dari jam 09.00 sampai 18.00. Taman
ini terdiri dari area bebas dengan kafe, toko dan restoran dan area yang harus
membayar dan kita akan mendapatkan coklat. Yang paling menarik adalah, ada
sebuah jendela besar yang mana pengunjung dapat melihat proses produksi di
pabrik Shiroi Koibito. Temen gue si Virginia Fadhillah katanya pernah makan
coklat buatan sini, dan katanya enak banget. Makanya gue mau nyobain dan gue
beli 1 kotak Shiroi Koibito cookies in original tins yang isi 36 dengan harga
2.780 yen. (http://www.shiroikoibitopark.jp/english/)
![]() |
| Shiroi Koibito Soft Cream |
Disini juga ada area ang namanya Rose Garden.
Disini, tempat ini adalah kebun yang banyak diptumbuhi tanaman. Disini juga ada
kedai es krim ala Shiroi Koibito Park. Gue mau nyoba 白い恋人ソフトクリーム
(Shiroi Koibito Soft Cream) dengan harga 300 yen. Menu ini terdiri dari 1 cone
es krim dan 2 cookies. Disini juga ada menara jam yang berwarna coklat yang
menjadi icon dari perusahaan ini. Dan akan terlihat sangat indah jika dilihat
malam hari (http://www.shiroikoibitopark.jp/rosegarden/index.html).
Setelah itu gue mau balik
ke hotel. Dan gue mau check-out dan balik ke tokyo. Dan di hari terakhir besok,
gue mau nyoba ke Ueno Park soalnya banak temen2 gue yang cerita katanya disana
bagus. Lagian, di Tokyo juga udah deket sama Narita. Jadi ya biar simple aja.
Dari hotel, gue ambli
kereta kayak pas pertama gue dateng kesini. Terus, sampai di New Chitose
Airport, lagi2 gue manu nikmatin penerbangan pake ANA. Kali ini tiketnya 35.600
yen. Dengan waktu tempuh 105 menit, maka sampailah gue di Narita [lagi].
Dari sini, gue naik Narita
Ekspress dan turun di Stasiun Tokyo dengan biaya 3.140 yen. Sama kayak pas
pertama kali dateng. Sampe sini, gue mau nyari hotel yang deket2 aja. Dan gue
nemuin hotel yang lumayan murah. Nihonbashi Villa Hotel akan menjadi pulihan
gue. Hanya berjarak 600 meter dari stasiun Tokyo. Harga per malamnya sekitar
5.195 yen. Alhamdulillah lumayan dapet murah. (www.agoda.com/asia/japan/tokyo/nihonbashi_villa_hotel.html)
Sampai sini gue check-in
dan langsung membaringkan diri di pembaringan. Capek puol..
***
Last day, gue mau ke Ueno Park. Dari station Tokyo gue naik JR Rapid
dan ambil jalur Keihintohoku Line dengan membayar 150 yen. Waktu tempuh 5 menit
dengan jarak 3,6 km maka sampailah gue di Ueno.
![]() |
| Ueno Park |
Ueno Park (Ueno Koen) adalah sebuah taman umum besar yang berada disamping
stasiun Ueno dan di pusat kota. Taman ini awalnya adalah bangian dari Kuil
Keneji yang digunakan sebagai salah satu kuil terbesar dan terkaya milik
keluarga Tokugawa. Namun, pada tahun 1868 kuil ini mengalami kehancuran selama
Perang Sipil Boshi. Kemudian pekarangan kuil ini dirombak menjadi gaya barat
dan dibuka untuk umum pertama kali pada tahun 1873.
Saat ini, Ueno Park terkenal dengan banyak museum didalamnya. Antara
lain Tokyo National Museum, the National Museum for Western Art, the Tokyo
Metropolitan Art Museum dan the National Science Museum. Disini juga terdapat
kebun binatang Ueno, yang mana kebun binatang ini adalah kebun binatang pertama
di Jepang. Dan di Ueno park ini juga terkenal dengan bunga sakuranya. Pada
akhir Maret dan awal April, banyak orang yang berhanami disini.
Pertama-tama, gue mau ke Western Art Museum. Dengan biaya masuk sebesar
420 yen, disini kita bisa melihat koleksi seni bergaya barat yang kebanyakan
dibawa oleh orang Eropa.
Kemudian gue mau ke Tokyo National Museum. Tiket masuknya 600 yen. Kalo
gue lihat di internet, bangunan luar museum ini bener2 tradisional dan Jepang
banget. Gue penasaran mau ke dalemnya. Gue mau belajar gimana sejarah Jepang
langsung dari negaranya. Pasti beda atmosfirnya daripada pas gue belajar di
kelas.
![]() |
| Tokyo National Museum |
Dan disana gue mau janjian sama 2 temen gue yang paling bohai. Si Chika
sama si Virgin. Dan kita berencana keliling Ueno Zoo bareng2. Yee... \ (^_^) /
Biaya masuk ke sini 600 yen. Kebun binatang ini dibuka pertama kali
pada tahun 1882. Dan binatang yang terkenal disini adalah seekor Panda China
yang bernama Ling-Ling yang meninggal pada 2008.
Selesei keliling sama temen2 di Ueno Park, gue mau balik ke hotel dan
packing buat besok pulang.
***
Dari hotel, gue ke Stasiun Tokyo naik Narita
Ekspress dengan harga 1040 Yen kemudian naik Garuda Indonesia dengan harga
Tiket yang sama.
Kalo dihitung2 pengeluaran gue buat ke Jepang 10 hari aja udah muahal banget.
Hari 1 gue ngabisin 160.215 yen
Hari 2 habis 7.970 yen
Hari 3 habis 10.430 yen
Hari 4 habis 24.190 yen
Hari 5 habis 10.400 yen
Hari 6 habis 18.140 yen
Hari 7 habis 53. 120 yen
Hari 8 cuma 800 yen
Hari 9 habis 53, 120 yen
Hari 10 habis 1.920 yen
dan buat pulang, gue ngabisin duit 77.611 yen
Total pengeluaran gue 417.916 yen..
Wow..
Mahal yaa..
Mungkin gue harus kerja yang cukup layak dulu buat kesana, atau kalo mau berusaha lebih, kita bisa dapet beasiswa gratis buat belajar disana. Tapi gimanapun juga, gue bakal terus keep fighting buat bisa mewujudkan impian gue ini..
Dengan sedikit kerja keras, dan dibantu doa, gue yakin kita semua pasti bisa ngeraih apa yang kita impikan..
THERE IS A WILL, THERE IS A WAY
^^
Note :
tulisan ini memang hanya khayalan semata, namun semua keterangan tempat, harga, dan lain sebagainya adalah benar adanya
sumber :
sebenernya cuma ada beberapa sumber yang gue pake dan sumber itu dah mencakup semuanya, selebihnya udah gue tulis di bagian akhir beberapa paragraf (soalnya itu sumber khusus)
http://www.jorudan.co.jp/english
http://www.japan-guide.com/
http://www.wikipedia.com
www.usj.co.jp/e/
http://www.tokyodisneyresort.co.jp/en/tdl/index.html
www.japaneselifestyle.com.au




























wow nov!! amazing banget pengeluaranmu!! wkwkwk..
BalasHapustapi keren kokz..
d^^b
wow, thank for the information.. why you don't selling these cookies in Indonesia?? I guess, people here would be like it so much..
BalasHapusWowww.... Salut dengan rencananya walaupun cuma khayalan.
BalasHapusTraveler belum tentu juga bisa bikin itinerary seperti ini.
Thank you for sharing dan semoga segera ketemu jin Djarum 76 ya..
Good luck...
Haha.. Terima kasih.. ^^
HapusTravel blognya Lau Nua Beng juga bagus kok.. Walaupun baru gabung di blogger, tapi tulisannya juga informatif sekali..
Kalau ada informasi soal traveling lainnya share juga yah.. ^^
gilaaaaaa......seru2 bacanya ampe bilang dalam hati *busyet...nie anak tajir banget!!!! ngabisin 417.916 yen dalam waktu 10 hari!!!!*eh...ternyataaaaaaaaaa khayalan!!!!! wkwkwkwkw
BalasHapuswell done!!! :)
@tiwi
BalasHapushehehehe..
kan pas part 1 udah dikasih tahu, kalo m'misal' ketemu jin djarum 76, mau minta duit buat dibpake keliling Jepang..
hehehe..
jadinya ya banyak duit..
thanks for read yah..
hehehe..