Senin, 09 Januari 2012

Jepang Oh Jepang Andai Ku Bisa Menggapaimu [Part 1]


Hola bloger semua..

Udah lama ga pernah ngeblog. Sumpah kangeeeennn banget..


*Backsound*  Kelly Clarckson - Breakway


Anyway, ga kerasa banget gue udah melalui lika liku jadi mahasiswa selama 2 tahun (lagaknya aja ga kerasa, padahal ya kerasa banget). Dan gue ngerasa hidup gue selama disini standar2 aja gitu. Nothing special.
Beberapa waktu yang lalu, dosen gue sempet ngasih pertanyaan ke semua mahasiswa di kelas.

“Apa sebenarnya target kalian selama menjadi mahasiswa disini? Apa impian yang ingin kalian capai?”



Well, sebenernya gue adalah orang yang ga pernah mau muluk2 ketika mengharapkan sesuatu. Gue cukup bersyukur atas apa yang Tuhan kasih ke gue sekarang. Tapi, gue pasti juga punya target. Dan salah satu target yang pengen gue capai adalah pergi ke negara impian gue. Yak, Japan.
Ini udah jadi impian lama gue. Ok, mungkin gue ga mau berharap tinggi buat mencicipi gimana rasanya sekolah disana, kerja disana, atau nikah sama orang sana dan hidup disana. Gue cuma pengen berkunjung. Just for traveling. That’s enough. Gue bener2 pengen kesana. Pengen tau gimana ramainya jalanan Tokyo karena dilalui oleh lautan manusia tiap harinya, menyusuri perempatan Shibuya yang selalu ramai dan ngeliat patung Hachiko yang terkenal itu, merasakan gimana segarnya udara dan luasnya pertanian di Hokkaido, mencicipi the famous Wagyu beef ala Kobe, hiking ke Fuji Mountain, Hanami di bawah pohon sakura, ngeliat langsung gimana megahnya Tokyo Tower, naik shinkansen yang super cepat, atau sekedar hunting foto di kota tua Kyoto. Who won’t that? Its so tempting, right?

Beberapa hari yang lalu, gue lihat infotaiment. Artis cakep Sandra Dewi lagi mau liburan ngabisin natal sama tahun baru buat keliling Eropa.

Busyeeett daahh.. pengen banget tuh.

Gue jadi berkhayal, seandainya gue tiba2 nemuin lampu ajaibnya si jin yang biasanya nongol di iklan Djarum 76 itu, gue mau minta 1 permintaan. Gue mau dapet duit 1 milyar buat gue pake keliling Jepang. Dan khayalan gue berlanjut andaikan duit itu udah ada di tangan gue.


*Ganti backsound* Peterpan – Khayalan Tingkat Tinggi


Firts time, gue langsung telp Garuda Indonesia office buat beli tiket. Langsung gue beli tiket exclusive Indonesia-Jepang dengan harga sekitar Rp. 7.657.100,-. Habis itu, packing semua barang dan langsung terbang. Japan, here I come.

***
Setelah transit sebentar di Denpasar, kita lanjut ke Narita. Sampai disana, gue pasti bakal ternganga ngeliat megahnya salah satu bandara internasional Jepang yang terkenal ini. Narita Airport terletak di perfektur Chiba yang jauhnya sekitar 40 mil dari pusat kota Tokyo. 

Suasana Narita pas Natal
Mungkin disana gue bakal muter2 mengagumi kecanggihan teknologi di bandara ini setelah itu gue bakal memutuskan cari hotel buat istirahat. Dan pilihan gue jatuh sama Hotel Shangri La Tokyo. Buat kesana, gue harus naik Narita Express dan turun di Stasiun Tokyo. Dan harga tiketnya lumayan mahal juga sekitar 3.140 yen.

Narita Ekspress
Tokyo Station
Perjalanan dari bandara Narita ke stasiun Tokyo yang memakan waktu sekitar 60 menit. Dan keadaan di Narita Express pasti bakal beda banget mungkin ya sama kereta Indonesia. Bahkan kereta eksekutifnya Indonesia sekalipun. Hahaha...
Setelah sampai di Stasiun Tokyo, gue langsung nyari taksi yang langsung bawa gue ke Shangri La Hotel. Biaya taksi mungkin sekitar 500 yen. Dan sampailah gue ke hotel tersohor di dunia itu. Hahaha.. *evil laugh*

Rencananya, gue ga bakal nginep 10 hari disini. Soalnya selain mahal, gue mau berkelana. Ga permanen di Tokyo aja.  Mungkin gue bakal stay sekitar 2 malam aja. Dan gue pilih kamar kelas Deluxe (yang paling murah) dengan harga per malam sekitar 40.000 yen. Mahal emank, tapi fasilitas yang gue dapet ga bakal bikin nyesel. Hotel ini terletak di kawasan Nihonbashi, Tokyo. Shangri-La Hotel, Tokyo adalah sebuah hotel ramah bisnis dan dekat dari Museum Seni Bridgestone, Tokyo International Forum, dan Istana Kekaisaran Tokyo. Di dekat tempat ini juga terdapat Gedung Diet Nasional dan Teater Kabuki-za. Shangri-La Hotel, Tokyo memiliki kolam renang dalam ruangan dan pusat kebugaran. Akses internet kecepatan tinggi (berkabel) gratis tersedia di area publik. Tersedia fasilitas pusat bisnis. Fasilitas tambahan mencakup meja concierge, staf multibahasa, dan layanan cuci kering/laundri.
Shangri-La Hotel Tokyo

Waaahhhh... Kebayang ga sih?? Kayaknya hari pertama ini bakal gue habiskan untuk menikmati hotel deh. Gue mau istirahat sambil menikmati semua fasilitas hotel ini. Mulai dari renang, spa, nikmatin santapan ala Jepang, hunting foto, macem2 deh pokoknya. Gue mau spa biar badan gue fit lagi habis perjalanan jauh. Dan besoknya gue bakal berpetualang lagi.


***

Hari kedua di Jepang, gue pengen berpetualang ke Tokyo Disneyland.

Dari Stasiun Tokyo gue harus ambil jalur kereta api JR Keiyō ke Stasiun Maihama dengan biaya sekitar 210 yen. Setelah itu gue turun di Maihama dan naik kereta khusus Disney dengan membayar 250 yen. Sampai disana, tinggal jalan dan masuk kesana. Tiket yang harus gue beli adalah tiket terusan satu hari dengan harga 5.800 yen. Dan dimulailah petualangan gue.
Tokyo Disneyland terletak di kota Urayasu, Chiba. Tokyo Disneyland adalah tempat rekreasi Disney pertama yang dibangun diluar Amerika dengan luas sekitar 465,000 m². Karena luasnya areal ini, gue pasti butuh seharian buat muter2 dan seneng2 disini. Disneyland dipenuhi dengan orang-orang sepanjang tahun. Sepertinya tidak ada off-season di sini. Baik orang dewasa dan anak-anak menikmati kesenangan di Tokyo Disneyland. Disini, ada banyak wahana yang bisa dikunjungi. Berhubung gue adalah salah satu pecinta Disney, salah satu wahana yang bakal gue kunjungi adalah Fantasyland. Kan aneh aja, ke Disneyland tapi ga bisa lihat para tokoh disney yang lucu nan imut itus secara langsung.

Istana Cinderella
Begitu memasuki wahana ini, bangunan yang bakal gue lihat pertama kali adalah istana Cinderella yang megah nan memukau itu. Disini, gue mau foto bareng tokoh Cinderella yang cantik. Setelah itu, gue mau ngelanjutin petualangan gue di wahana2 yang lain dan nyobain makanan di sini yang harganya naudzubillah mahal. Rata2 makanan disini harganya sekitar 1000 yen. Di Hanamasa Indonesia bisa makan sepuasnya tuh.

Aiihh.. Mbak2 Cindrellanya Imut. Boleh Dibawa Pulang Ga?
Setelah puas berpetualang di Tokyo Disneyland seharian, gue pengen beli oleh2. Karena gue inget, dosen gue pernah cerita kalo ada oleh2 lucu khas Disneyland yaitu semacam kartu yang ada gambar2 tokoh Disney dengan harga 100 yen, jadi gue berencana beli itu aja buat keponakan2 gue.
Setelah seharian berkelana di Disneyland, gue mau balik ke hotel dan istirahat. Gue langsung ke Stasiun Maihama dan menuju Stasiun Tokyo menggunakan JR dengan jalur Keiyo dengan harga 210 yen. Setelah itu istirahat di hotel.

***

Hari ketiga, gue chek-out dari hotel. Gue mau jalan2 sebentar ke persimpangan Shibuya yang terkenal dengan patung Hachikonya itu. Dari stasiun Tokyo gue pake JR Yamanote Line dengan harga 190 yen dan berhenti 12 menit kemudian di Osaki, lalu pake JR lagi dengan jalur Shonan-Shinjuku Line tanpa harus membayar lagi dan sampai di stasiun Shibuya.
Persimpangan Shibuya
Setelah keluar dari stasiun Shibuya, gue bakal bisa melihat persimpangan Shibuya yang ramai banget dan ada patung Hachiko yang setia berdiri disana. Persimpangan Shibuya adalah persimpangan paling sibuk di dunia dan patung Hanchiko biasanya dipakai sebagai tempat berkumpul orang Jepang. Gue mau berfoto dengan patung Hachiko, terus gue mau jalan2 ke Harajuku. Tempat paling fenomenal dan terkenal akan style anak2 Harajuku yang ‘aneh’ itu pasti sangat ramai dengan anak2 muda yang dandanannya udah ga bisa dibedain mana cowok atau cewek mungkin ya.
Patung Hachiko
Menyusuri Harajuku dan sampailah gue ke jantung utama Harajuku, yaitu Takeshita Dori. Tempat ini sangat ramai walaupun panjangnya cuma 500 meter saja. Disini banyak dijual barang2 murah. Disini kita bisa menemukan tas atau sepatu dengan harga 1000 yen atau baju dibawah 1000 yen. Bahkan disini juga ada Daisho atau toko 100 yen. Selain itu, disini juga dijual Crepes dengan berbagai macam rasa dengan harga sekitar 100 yen.
Harajuku Street
Setelah itu, gue mau jalan2 ke belakang stasiun Harajuku. Katanya disini ada Meiji Shrine. Ketika kita memasuki halaman masuk kuil ini, kita akan menemukan sepinya suasana. Ga ada tiket masuk ke kuil ini alias gratis. Pertama masuk kuil ini, kita akan disuguhkan dengan gerbang tebesar di Jepang dengan tinggi 36 meter. Kuil ini dibangun didedikasikan untuk roh-roh yang didewakan Kaisar Meiji dan istrinya, Ratu Shoken. Kaisar Meiji seorang kaisar yang populer yang memerintah 1867-1912. Dengan suasana hutan2 yang tenang, rasanya kita bisa sedikit relaksasi setelah melihat keramaian Harajuku dan Shibuya.
Setelah ini gue mau ke Tokyo Tower. Dari stasiun Harajuku gue pake JR dan ambil jalur Yamanote Line dengan membayar 130 yen kemudian turun ke stasiun Yoyogi dan ganti kereta Subway ambil jalur Oedo Line dengan membayar 210 yen menuju Akabanebashi lalu keluar melalui Akabane Exit dan berjalan kaki 5 menit. Dan voilla, sampailah gue di Menara Eiffelnya Jepang alias Tokyo Tower.
Menara ini tinggi banget ya. Menurut data yang gue dapet, tower yang selesai didirikan pada tahun 1958 ini memang merupakan salah satu simbol dari kota Tokyo. Dengan tinggi 332.5meter, Tokyo Tower menjadi menara baja yang berdiri tegak tertinggi didunia melampaui menara Eiffel. Tokyo Tower yang awalnya memiliki nama Nippon Denpato ini berlokasi di area Shiba Park, menjulang tinggi dengan diberi warna oranye dan putih sesuai dengan regulasi keselamatan penerbangan.
Gue ga naik ke Tokyo Tower. Gue cuma foto2 sambil jalan2 disekitarnya aja sama masuk ke Foot Town aja. Hehe..
Tokyo Tower Night
Entah kenapa, dari dulu gue selalu males buat diajakin naik ke tower2 gitu. gue lebih suka nikmatin (lihat) aja dari luar. Faktor takut ketinggian mungkin ya. Hehe..
Foot Town adalah ruang dasar berlantai 4 yang ada di Tokyo Tower. Disini ga diperlukan tiket masuk. Di areal ini, kita bisa menemui Food Court dan Souvenir Shop di lantai 2. Karena insting perut gue udah menunjukkan radar2 kelaparan, makanya gue beli makan disini. Harga makanannya bervariasi (maklumlah, namanya juga food court) mulai dari 300 yen sampai 800 yen. Setelah kenyang, gue malanjutkan untuk cari penginapan. Gue memutuskan berjalan dan mencari penginapan di sekitar Tokyo Tower.  Gue milih Grand Tokyo Hotel karena letaknya cukup deket dan harganya lumayan terjangkau. Per malamnya sekitar 8900 yen dan fasilitasnya lumayan. Hotel ini tingginya 15 lantai dan hanya sekitar 800 meter dari Tokyo Tower. Jadi gue ga perlu jalan jauh. Dari kamar hotel, gue bisa lihat indahnya Tokyo Tower yang dihiasi lampu2. Malam ini gue mau menikmati indahnya Tokyo Tower di malam hari. Dan gue mau istirahat soalnya besok gue pengen ke Osaka.

***

Hari keempat, gue check-out dari hotel langsung ke Stasiun Hamamatsucho jalan kaki sekitar 10 menit. Terus naik JR ambil Yamanote Line dengan harga 150 yen ke Stasiun Tokyo dengan waktu tempuh sekitar 6 menit. Sampai di stasiun Tokyo, gue langsung ambil jalur Tokaido Line naik Nozomi no 43 dengan harga 8.510 yen. Perlu diketahui, Nozomi adalah shinkansen tercepat di Jepang dengan kecepatan 300km/jam. Jarak tempuh dari Tokyo ke Osaka sekitar 552,6 km. Dengan menggunakan kereta ini, hanya memakan waktu tempuh 156 menit. Whoo.. cepet banget kan..

Nozomi Shinkansen
Setelah sampai di stasiun Shin-Osaka, gue turun dan harus ganti jalur sama kereta. Gue langsung naik JR dengan jalur Tokaido-San-Yo Line tanpa harus membayar lagi. Karena tiket yang gue beli adalah tiket terusan. Jarak tempuh menuju stasiun selanjutnya sekitar 3,8 km dan memakan waktu 4 menit. Setelah itu gue turun lagi ke Stasiun Osaka dan ganti JR dengan jalur berbeda lagi. Kali ini jalur yang gue ambil adalah Osaka Loop Line dan dengan jarak 5 km ke stasiun terakhir. Setelah 9 menit perjalanan, sampailah kita ke stasiun terakhir di Osakajokoen. Perjalanan dari Tokyo ke Osaka memang sedikit panjang dan sedikt rumit serta mahal. Tapi ya memang itulah akses menuju Osaka.
Sampai di Stasiun Osakajokoen, gue kita berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai gerbang masuk Benteng Osaka. Tapi, kita belum bisa mesuk ke dalam Benteng Osaka. Karena akan yang kita masuki cuma pelataran aja. Buat sampai ke pintu masuk utama Benteng Osaka, kita perlu jalan kaki kurang lebih 20 menit dan kita bakal menemui loket penjualan tiket masuk ke dalam. Harga tiket buat masuk ke menara Benteng Osaka sekitar 600 yen. Jam buka tempat wisata ini mulai jam 09.00 – 17.00.
Istana Osaka
Istana Osaka merupakan bangunan peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Menara utama Istana Osaka yang menjulang tinggi merupakan simbol kota Osaka. Istana ini dibangun oleh tokoh paling terkenal dalam sejarah Jepang yang sekaligus salah satu dari tiga tokoh para pemersatu Jepang yaitu Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1583 dan mempunyai peran penting dalam proses penyatuan Kerajaan Jepang.
Istana Osaka kini beralih fungsi menjadi sebuah museum artefak kuno yang memamerkan beberapa artefak sejarah peninggalan Toyotomi Hideyoshi serta beberapa diorama yang menceritakan kisah kehidupan Toyotomi Hideyoshi.  Di lantai 8, kita bisa lihat pemandangan kota Osaka dari puncak istana. Di sekitar areal Istana ini, ada tempat yang bernama Nishinomaru Garden. Yang berupa taman bunga Sakura yang biasanya pada musim semi sering didatangi orang2 yang ingin berhanami (piknik dibawah pohon sakura). Jam buka taman ini sama seperti jam buka menara istana. Dan harga tiket masuk ke taman ini sebesar 200 yen tapi kalau lagi musim semi jadi 350 yen.
Setelah dari istana Osaka, gue langung menuju Universal Studio Japan. Buat ke Universal Studio Jepang, kita harus jalan lagi balik ke Stasiun Osakajokoen naik JR ke Stasiun Osaka dengan biaya sekitar 160 yen. Kemudian ganti JR lagi menuju JR Universal City Station dengan biaya 170 yen. Jarak stasiun dan gerbang utama masih beberapa kilometer lagi. Tapi suasananya udah kerasa banget. Jalanpun jadi ga berasa banget. Tau2 udah sanpe aja.
Globe Universal Studio Japan
Sebelum masuk, tentunya kita perlu beli tiket dulu. Ada banyak macam tiket yang disediakan disini. Ada paket 1 day, 2 days, atai 1,5 days. Dan harganya juga beragam. Untuk tiket 1 day pass, harganya buat umum 6.200 yen, anak2 4.100 yen, dan buat manula 5.500 yen. Selanjutnya, buat tiket 2 days pass, harganya buat umum 10.700 yen, anak2 7.200 yen. Sedangkan tiket 1,5 days pass, untuk umum 8.200 yen, anak2 6.100 yen.
Bayangin ga, muahalnya #bantubaimyaallah. Bandingin aja sama harga tiket masuk Dufan yang cuma 100.000 perak. Atau masuk Trans Studio yang cuma 200.000 aja. Ebuset.. ga ada setengahnya kalo dibandingin yak. Tapi apapun yang terjadi, gue tetep harus masuk. Nanggung banget kan ga masuk sini, udah dateng jauh2 juga. Jadi gue memutuskan buat masuk dan abeli tiket 1 day pass. Dan gue pun masuk ke dalam.
Dengan bantuan peta yang gue bawa, gue coba buat menyusuri wahana2 yang ada di tempat ini. USJ dibagi menjadi 9 wilayah. New York, Hollywood, San Fransisco, Jurrasic Park, Lagoon, Snoopy Studio, Water World, Amily Village, dan Land of Oz. Tapi karena gue cuma ambil tiket 1 day pass, otomatis gue ga bisa jelajahin semua wahana. Karena waktu gue seharian ini juga udah kepotong sama di Istana Osaka tadi. Jadi gue memutuskan buat cari wahana yang paling menarik aja menurut gue dibantu referensi2 dari internet.
The Amazing Advanture of Spiderman
Pertama2 gue ke New York dan masuk ke wahana The Amazing Advanture of Spiderman. Wahana ini adalah salah satu wahana indoor. Jaki kita bakal msuk ke dalam sebuah gedung, yang certanya adalah kantor dari si peter parker (the bugle). setelah sampe di ujung ruangan, kita bakal dikasih kacamata 3D. krn semua orang dikasih kacamata 3D, awalnya gw pikir kita bakal masuk kedalam satu studio & bakal disuguhin pertunjukan2 3D gitu, ternyata kita disuruh naik ke sebuah kendaraan. setelah naik ke kendaraan itu, kita disuruh untuk memakai kacamata 3D-nya. dan perjalanan wahana spidermanpun akhirnya dimulai.
Awalnya gambar animasi spiderman yang dipantulkan dengan menggunakan proyektor tiba2 muncul di depan mobil kita & dia berbicara (dengan bahasa jepang haha) tentang keadaan kota new york yang sedang gawat krn patung liberty diancam akan dihancurkan oleh musuh2nya. musuh2 yang muncul ada 5 : hobgoblin, doctor octopus, electro, hydro-man, dan scream. Wahana ini cukup menarik juga sih, karern kita juga ikutan ngerasain dibanting2 sama doctor octopus, kena goyangan dari sengatan listriknya electro, dll.
Setelah itu gue ke Hollywood area dan ke wahana E.T Adventure. Disini kita bakal dibawa sebuah kendaraan (yang ceritanya adalah sepeda) dan akan dibawa kedalam planet tempat si E.T berasal. mungkin wahana ini setipe dengan istana boneka, cuma bedanya kita bakal dibawa terbang dengan kendaraan kita dengan kecepatan yang beda2. ada adegan dimana kita berada dalam bahaya, jadi kecepatan kendaraanpun bertambah dan hampir nabrak benda2 disekitarnya, dll. 
Masih di area ini, gue mencoba Hollywood Dream-The Ride. Ini adalah satu2nya roller coaster yang ada di USJ. Sebelum atraksinya dimulai, kita bisa memilih 1 dari 5 lagu yang disediakan untuk diputar selama ataksi berlangsung (dengan headphone). Lagu yang bisa kita pilih antara lain
1.      Bon Jovi – Homebound Train
2.      Eminem – Lose Yourself
3.      The Beatles – Get Back
4.      Dreams Come True – Osaka Lover
5.      Kobukuro – The Wing Named You
Antrian wahana ini juga merupakan salah satu antrian terpanjang dari seluruh wahana yang ada di USJ. Karena itu, expectasi gue buat mencoba wahana ini besar banget. Hahaha..
Habis itu gue pindah area lagi. Kali ini gue ke Jurrasic Park. Dan gue mencoba Jurrasic Park-The Ride. Disini mungkin hampir sama kayak arung jeram di dufan, tapi bedanya ga ada arus deras disini. Jadi banyak dinosaurus yang muncul di dalam wahana ini (yaialah.. namanya juga Jurrasic Park. Ya jelas banyak dinosaurusnya lah). Ada yang lagi makan, ada yang ngibas2in ekor, dll. Dan ending dari wahana ini adalah ketika kita sampai puncak, tiba2 bakal ada T-Rex yang muncul dan kita bakal meluncur ke bawah (kayak niagara di dufan).
Setelah itu gue coba pindah area lagi. Kali ini gue ke Land of Oz dan masuk wahana Wicked. Di wahana ini, ternyata kita bakal disuguhkan teater musikal yang diangkat dari novel Wicked: The Life and Times of The Wicked Witch of The West. Teater ini merupakan salah satu teater dari panggung Broadway Amerika. Panggungnya berada di outdoor. Pemeran utamanya orang bule, tapi bahasa yang dipake Bahasa Jepang. Seluruh kostum, tarian, lagu, acting dari pemain bener2 amazing banget.
Mel's Drive In
Setelah itu, gue mau cari tempat makan karena anaconda di perut gue udah meliuk-liuk tanda kelaperan. Dan gue menuju Mel’s Drive-In restaurant. Ini adalah tempat makan yang menjual hamburger atau makanan Amerika lainnya. Kalo kita lihat dari bangunan luar, tempat ini mirip banget kayak Dinner Restaurant yang ada di film Cinderella Story yang pernah dimainin sama Hillary Duff itu. Harga makanan disini lumayan mahal. 1 hamburger aja harganya paling murah 10 dollar atau sekitar 900 yen. Ebuset.. harga kereta aja ga sampe segitu. Tapi yaudah deh, buat bahan cerita kalo pulang ke Indonesia nanti. Hahaha...
Setelah puas keliling2 USJ, gue mau nyari hotel yang agak murah dan deket. Karena gue udah ngerasa capek banget. Gue pengen istirahat. Dan gue coba browsing di http://id.hotels.com/ dan gue nemu hotel yang deket, bagus dan murah. Dan pilihan gue jatuh ke hotel Hotel Keihan Universal City. Hotel ini hanya berjarak 570 meter dari Universal Studio Jepang. Jadi gue ga perlu jalan jauh2.
Setelah nemuin hotelnya, gue masuk dan check-in. Gue pilih kamar 1 room dengan tempat tidur single double (tempat tidur single tapi yang agak gede dan bisa buat 2 orang). Harga permalamnya ga terlalu mahal. Sekitar 7500 yen. Hotel ini terletak di kawasan Osaka Bayside dan fasilitas yang dipunya layaknya standart hotel pada umumnya. Dan gue pun istirahat dengan brutalnya. Hahaha...
***
Hari kelima, gue mau ke Kyoto. Gue mau berwisata budaya disini. Sejauh yang gue tahu, Kyoto hampir sama dengan Jogjakarta Indonesia. Sama2 pernah menjadi ibukota negara.
Setelah check-out, gue jalan menuju Stasiun Universal Studio dan turun ke Stasiun Osaka. Lalu gue naik JR melalui Tokaido-San-Yo Line dan membayar tiket sebesar 540 yen. Jarak kesana sekitar 42,8 km dan memakan waktu tempuh 29 menit. Dan sampailah ke Stasiun Kyoto. Rencananya, tempat pertama yang bakal gue datengin adalah Gion. Gion merupakan tempat dimana kita bisa meemukan banyak sekali Geisha. Itulah alasan kenapa gue pengen kesini. Gue pengen melihat sendiri bagaimana penampilan seorang Geisha dan gue pengen belajar banyak disana.
Gion berada di sebelah timur Kyoto. Untuk sampai kesana, gue harus naik bis dari Stasiun Kyoto ke hal bus Gion. Bis yang gue naikin adalah bis nomor 100 waktu tempuh yang gue perlu sekitar 20 menit dan membayar 220 yen.
Maiko
Sampai di Gion, kita bakal disuguhkan pemandangan serta suasana yang bener2 tradisional banget. Gion ini merupakan pusat hiburan yang dikenal dengan pusat Geishanya. Banyak sekali rumah2 Geisha (okiya) disini sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa Gion sebagai sebuah Distrik Lampu Merah. Padahal Shimabara adalah distrik lampu merah Kyoto.
Kalo kalian pernah nonton film Memoirs of A Geisha pasti kalian pernah lihat Jembatan Shirakawa yang kalo di film itu digunakan sebagai setting tempat pertemuan pertama kali si Sayuri kecil (Chiyo) ketemu sama Kaicho. Nah, jembatan ini juga berada di kawasan Gion.
Sebenernya, kawasan ini bagus untuk dijelajahi pada malam hari. Karena kita bisa pergi ke rumah2 teh (ochaya) dan kita bisa dihibur oleh geiko atau maiko (geisha pemula) disana. Tapi harga2 rumah2 teh disini lumayan mahal karena adanya geisha yang menghibur. Namun, apabila kita beruntung kita bisa melihat maiko yang sedang berjalan di area ini.
Gue pengen banget belajar kebudayaan Jepang. Jadi mumpung gue disini, gue mau memanfaatkan kesempatan ini. Gue pengen pergi ke Gion Corner, karena menurut sumber yang gue baca disini kita bisa melihat para Geisa memperlihatkan keahlian mereka dalam beberapa kebudayaan. Misalnya Chanoyu (upacara minum teh) atau Ikebana (seni merangkai bunga). Tapi, berhubung jam bukanya masih luama banget jam 7 malem, jadi gue mau pindah tempat dulu. Gue mau ke Ginkakuji (Kuil Paviliun Perak) karena letaknya juga ga begitu jauh dari Gion (walaupun kesananya tetep harus naik kendaraan umum) jadi ntar sore gue bisa balik lagi ke Gion dan bermalam disini. Dari Gion, gue pergi dengan bis nomor 100 dengan membayar 220 yen.
Ginkakuji
Ginkakuji buka dari jam 8.30 – 17.00 dengan biaya masuk 500 yen. Ginkakuji dibangun atas perintah Shogun Ashikaga Yoshimasa (1435-1490) sebagai tempat peristirahatan yang nyaman. Ginkakuji merupakan bangunan sederhana dengan eksterior kayu yang mirip dengan Kinkakuji. Desainnya menggabungkan gaya bangunan yang ada di China dan Jepang. Sebagian besar banguna di kompleks kuil ini sudah ada sejak abad ke-17, namun pada tahun 1600-an bangunan2 baru mulai dibangun dengan kepentingan dan inspirasi dari shogun. Yang bisa dilihat di ruang depan Togu-do adalah sebuah patung yang diyakini adalah Yoshimasa. Ini merupakan tempat Shogun Ashikaga menghabiskan masa hidupnya. Di bagian belakang juga ada ruang untuk tradisi minum teh Dojin-sai. (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2012/01/02/3469/2/Ayo-Kita-ke-Paviliun-Perak-Kyoto)
Udon
Setelah puas berkeliling Ginkakuji, gue mau coba cari makan deket ginkakuji dan gue dapet referensi makan di restaurant Udon namanya Omen. Restoran ini tergoong murah karena harganya paling mahal sekitar 4000 yen (walaupun buat gue ini tetep aja mahal). Disini disediakan berbagai macam Udon. Ada yang banyak sayurnya, tapi ada juga yang pake ayam. (http://www.mytravelguide.com/restaurants/profile-101653711-Japan_Kyoto_Omen.html)
Setelah makan, gue balik ke Gion. Gue balik agak soren karena menurut petunjuk di Gion Corner, gue ga boleh telat karena gue bakal melewatkan pertunjukan2 yang ada. And the most important, tiketnya ga bisa di boking karena tiket baru akan dibuka sekitar jam 17.00 jadi gue ga mau kehabisan.
Dari Ginkakuji gue balik ke Gion naik bis dengan range harga yang sama. Setelah sampe di Gion, gue langsung ke Hanami Koji-dori dan langsung beli tiket. Harga masuk kesini emank agak mahal sekitar 2.200 yen itu karena umur gue antara 16-22 tahun (bisa cek di web ini http://www.kyoto-gioncorner.com/global/en.html). Tapi ga papa deh, namanya juga cari ilmu pasti mahal. Mau pinter kan butuh pengorbanan.
Di dalam Gion Corne, kita bakal ditaruh dalam sebuah ruangan besar (kayak Hall) dan kita akan disuguhkan bnayak pertunjukan, mulai dari Kyo-mai Dance yang akan dibawakan oleh Maiko, Flower Arrangement (Ikebana), Tea Ceremony (Chanoyu), Gagaku Court Music, Kyogen Theatre, dan Bunraku Puppet Theatre. Disini juga ada sebuah Galeri Maiko, dimana video dari penari dan bentuk rambut dari Maiko dipajang.
Kurang lebih satu jam gue disini, dan ini saatnya gue mau istirahat. Gue nyari hotel yang deket dan yang pasti MURAH. Soalnya cadangan duit harus dihemat. Gue udah cukup boros diawal adateng gara2 ga ngerti. Hahaha...
Aula Gion Corner
Gue mau nginep di Backpacker Hostel K’s House Kyoto dan memilih shared room karena harganya lebih murah. Gue cuma perlu bayar 2.500 yen per malam dan dalam satu kamar ada 4 orang cewek (soalnya gue pilih 4 Bed Female Dorm). Kamar ini ga pake Bed atau kasur. Tapi pake tatami sebagai alas. Waahh.. kebayang ya, bener2 kerasa tradisional banget. 
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar