Hola
bloger semua..
Udah
lama ga pernah ngeblog. Sumpah kangeeeennn banget..
*Backsound* Kelly Clarckson - Breakway
Anyway,
ga kerasa banget gue udah melalui lika liku jadi mahasiswa selama 2 tahun
(lagaknya aja ga kerasa, padahal ya kerasa banget). Dan gue ngerasa hidup gue
selama disini standar2 aja gitu. Nothing special.
Beberapa
waktu yang lalu, dosen gue sempet ngasih pertanyaan ke semua mahasiswa di
kelas.
“Apa
sebenarnya target kalian selama menjadi mahasiswa disini? Apa impian yang ingin
kalian capai?”
Well,
sebenernya gue adalah orang yang ga pernah mau muluk2 ketika mengharapkan
sesuatu. Gue cukup bersyukur atas apa yang Tuhan kasih ke gue sekarang. Tapi,
gue pasti juga punya target. Dan salah satu target yang pengen gue capai adalah
pergi ke negara impian gue. Yak, Japan.
Ini
udah jadi impian lama gue. Ok, mungkin gue ga mau berharap tinggi buat
mencicipi gimana rasanya sekolah disana, kerja disana, atau nikah sama orang
sana dan hidup disana. Gue cuma pengen berkunjung. Just for traveling. That’s
enough. Gue bener2 pengen kesana. Pengen tau gimana ramainya jalanan Tokyo
karena dilalui oleh lautan manusia tiap harinya, menyusuri perempatan Shibuya
yang selalu ramai dan ngeliat patung Hachiko yang terkenal itu, merasakan
gimana segarnya udara dan luasnya pertanian di Hokkaido, mencicipi the famous
Wagyu beef ala Kobe, hiking ke Fuji Mountain, Hanami di bawah pohon sakura,
ngeliat langsung gimana megahnya Tokyo Tower, naik shinkansen yang super cepat,
atau sekedar hunting foto di kota tua Kyoto. Who won’t that? Its so tempting,
right?
Beberapa
hari yang lalu, gue lihat infotaiment. Artis cakep Sandra Dewi lagi mau liburan
ngabisin natal sama tahun baru buat keliling Eropa.
Busyeeett
daahh.. pengen banget tuh.
Gue
jadi berkhayal, seandainya gue tiba2 nemuin lampu ajaibnya si jin yang biasanya
nongol di iklan Djarum 76 itu, gue mau minta 1 permintaan. Gue mau dapet duit 1
milyar buat gue pake keliling Jepang. Dan khayalan gue berlanjut andaikan duit
itu udah ada di tangan gue.
*Ganti backsound* Peterpan –
Khayalan Tingkat Tinggi
Firts
time, gue langsung telp Garuda Indonesia office buat beli tiket. Langsung gue
beli tiket exclusive Indonesia-Jepang dengan harga sekitar Rp. 7.657.100,-.
Habis itu, packing semua barang dan langsung terbang. Japan, here I come.
***
Setelah
transit sebentar di Denpasar, kita lanjut ke Narita. Sampai disana, gue pasti bakal
ternganga ngeliat megahnya salah satu bandara internasional Jepang yang
terkenal ini. Narita Airport terletak di perfektur Chiba yang jauhnya sekitar
40 mil dari pusat kota Tokyo.
![]() |
| Suasana Narita pas Natal |
Mungkin
disana gue bakal muter2 mengagumi kecanggihan teknologi di bandara ini setelah
itu gue bakal memutuskan cari hotel buat istirahat. Dan pilihan gue jatuh sama
Hotel Shangri La Tokyo. Buat kesana, gue harus naik Narita Express dan turun di
Stasiun Tokyo. Dan harga tiketnya lumayan mahal juga sekitar 3.140 yen.
![]() |
| Narita Ekspress |
![]() |
| Tokyo Station |
Perjalanan
dari bandara Narita ke stasiun Tokyo yang memakan waktu sekitar 60 menit. Dan
keadaan di Narita Express pasti bakal beda banget mungkin ya sama kereta
Indonesia. Bahkan kereta eksekutifnya Indonesia sekalipun. Hahaha...
Setelah
sampai di Stasiun Tokyo, gue langsung nyari taksi yang langsung bawa gue ke
Shangri La Hotel. Biaya taksi mungkin sekitar 500 yen. Dan sampailah gue ke
hotel tersohor di dunia itu. Hahaha.. *evil laugh*
Rencananya,
gue ga bakal nginep 10 hari disini. Soalnya selain mahal, gue mau berkelana. Ga
permanen di Tokyo aja. Mungkin gue bakal
stay sekitar 2 malam aja. Dan gue pilih kamar kelas Deluxe (yang paling murah) dengan
harga per malam sekitar 40.000 yen. Mahal emank, tapi fasilitas yang gue dapet
ga bakal bikin nyesel. Hotel ini terletak di kawasan Nihonbashi, Tokyo.
Shangri-La Hotel, Tokyo adalah sebuah hotel ramah bisnis dan dekat dari Museum Seni Bridgestone, Tokyo International Forum, dan Istana Kekaisaran Tokyo. Di
dekat tempat ini juga terdapat Gedung
Diet Nasional dan Teater
Kabuki-za. Shangri-La Hotel, Tokyo memiliki kolam renang dalam
ruangan dan pusat kebugaran. Akses internet kecepatan tinggi
(berkabel) gratis tersedia di area publik. Tersedia fasilitas pusat
bisnis. Fasilitas tambahan mencakup meja concierge, staf
multibahasa, dan layanan cuci kering/laundri.
![]() |
| Shangri-La Hotel Tokyo |
Waaahhhh...
Kebayang ga sih?? Kayaknya hari pertama ini bakal gue habiskan untuk menikmati
hotel deh. Gue mau istirahat sambil menikmati semua fasilitas hotel ini. Mulai
dari renang, spa, nikmatin santapan ala Jepang, hunting foto, macem2 deh
pokoknya. Gue mau spa biar badan gue fit lagi habis perjalanan jauh. Dan
besoknya gue bakal berpetualang lagi.
***
Hari
kedua di Jepang, gue pengen berpetualang ke Tokyo Disneyland.
Dari
Stasiun Tokyo gue harus ambil
jalur kereta api JR Keiyō ke Stasiun Maihama dengan biaya sekitar 210 yen.
Setelah itu gue turun di Maihama dan naik kereta khusus Disney dengan membayar
250 yen. Sampai disana, tinggal jalan dan masuk kesana. Tiket yang harus gue
beli adalah tiket terusan satu hari dengan harga 5.800 yen. Dan dimulailah
petualangan gue.
Tokyo
Disneyland terletak di kota Urayasu, Chiba. Tokyo
Disneyland adalah tempat rekreasi Disney pertama yang dibangun diluar Amerika
dengan luas sekitar 465,000
m². Karena luasnya areal ini, gue pasti butuh seharian buat muter2 dan seneng2
disini. Disneyland dipenuhi dengan
orang-orang sepanjang tahun. Sepertinya tidak ada off-season di sini. Baik
orang dewasa dan anak-anak menikmati kesenangan di Tokyo Disneyland. Disini,
ada banyak wahana yang bisa dikunjungi. Berhubung gue adalah salah satu pecinta
Disney, salah satu wahana yang bakal gue kunjungi adalah Fantasyland. Kan aneh
aja, ke Disneyland tapi ga bisa lihat para tokoh disney yang lucu nan imut itus
secara langsung.
![]() |
| Istana Cinderella |
Begitu memasuki wahana
ini, bangunan yang bakal gue lihat pertama kali adalah istana Cinderella yang
megah nan memukau itu. Disini, gue mau foto bareng tokoh Cinderella yang
cantik. Setelah itu, gue mau ngelanjutin petualangan gue di wahana2 yang lain
dan nyobain makanan di sini yang harganya naudzubillah
mahal. Rata2 makanan disini harganya sekitar 1000 yen. Di Hanamasa Indonesia
bisa makan sepuasnya tuh.
![]() |
| Aiihh.. Mbak2 Cindrellanya Imut. Boleh Dibawa Pulang Ga? |
Setelah
puas berpetualang di Tokyo Disneyland seharian, gue pengen beli oleh2. Karena
gue inget, dosen gue pernah cerita kalo ada oleh2 lucu khas Disneyland yaitu
semacam kartu yang ada gambar2 tokoh Disney dengan harga 100 yen, jadi gue
berencana beli itu aja buat keponakan2 gue.
Setelah
seharian berkelana di Disneyland, gue mau balik ke hotel dan istirahat. Gue
langsung ke Stasiun Maihama dan menuju Stasiun Tokyo menggunakan JR dengan
jalur Keiyo dengan harga 210 yen. Setelah itu istirahat di hotel.
***
Hari
ketiga, gue chek-out dari hotel. Gue mau jalan2 sebentar ke persimpangan
Shibuya yang terkenal dengan patung Hachikonya itu. Dari stasiun Tokyo gue pake
JR Yamanote Line dengan harga 190 yen dan berhenti 12 menit kemudian di Osaki,
lalu pake JR lagi dengan jalur Shonan-Shinjuku Line tanpa harus membayar lagi
dan sampai di stasiun Shibuya.
| Persimpangan Shibuya |
Setelah keluar dari stasiun Shibuya, gue bakal bisa
melihat persimpangan Shibuya yang ramai banget dan ada patung Hachiko yang
setia berdiri disana. Persimpangan Shibuya adalah persimpangan paling sibuk di
dunia dan patung Hanchiko biasanya dipakai sebagai tempat berkumpul orang
Jepang. Gue mau berfoto dengan patung Hachiko, terus gue mau jalan2 ke
Harajuku. Tempat paling fenomenal dan terkenal akan style anak2 Harajuku yang
‘aneh’ itu pasti sangat ramai dengan anak2 muda yang dandanannya udah ga bisa
dibedain mana cowok atau cewek mungkin ya.
![]() |
| Patung Hachiko |
Menyusuri
Harajuku dan sampailah gue ke jantung utama Harajuku, yaitu Takeshita Dori.
Tempat ini sangat ramai walaupun panjangnya cuma 500 meter saja. Disini banyak
dijual barang2 murah. Disini kita bisa menemukan tas atau sepatu dengan harga
1000 yen atau baju dibawah 1000 yen. Bahkan disini juga ada Daisho atau toko
100 yen. Selain itu, disini juga dijual Crepes dengan berbagai macam rasa
dengan harga sekitar 100 yen.
![]() |
| Harajuku Street |
Setelah
itu, gue mau jalan2 ke belakang stasiun Harajuku. Katanya disini ada Meiji
Shrine. Ketika kita memasuki halaman masuk kuil ini, kita akan menemukan
sepinya suasana. Ga ada tiket masuk ke kuil ini alias gratis. Pertama masuk
kuil ini, kita akan disuguhkan dengan gerbang tebesar di Jepang dengan tinggi
36 meter. Kuil ini dibangun didedikasikan untuk roh-roh yang didewakan Kaisar Meiji dan
istrinya, Ratu Shoken. Kaisar Meiji seorang kaisar
yang populer yang memerintah 1867-1912. Dengan suasana hutan2
yang tenang, rasanya kita bisa sedikit relaksasi setelah melihat keramaian
Harajuku dan Shibuya.
Setelah
ini gue mau ke Tokyo Tower. Dari stasiun Harajuku gue pake JR dan ambil jalur Yamanote
Line dengan membayar 130 yen kemudian turun ke stasiun Yoyogi dan ganti kereta
Subway ambil jalur Oedo Line dengan membayar 210 yen menuju Akabanebashi lalu keluar
melalui Akabane Exit dan berjalan kaki 5 menit. Dan voilla, sampailah gue di
Menara Eiffelnya Jepang alias Tokyo Tower.
Menara ini tinggi banget
ya. Menurut data yang gue dapet, tower yang selesai didirikan pada tahun 1958
ini memang merupakan salah satu simbol dari kota Tokyo. Dengan tinggi
332.5meter, Tokyo Tower menjadi menara baja yang berdiri tegak tertinggi
didunia melampaui menara Eiffel. Tokyo Tower yang awalnya memiliki nama Nippon
Denpato ini berlokasi di area Shiba Park, menjulang tinggi dengan diberi warna
oranye dan putih sesuai dengan regulasi keselamatan penerbangan.
Gue ga naik ke Tokyo
Tower. Gue cuma foto2 sambil jalan2 disekitarnya aja sama masuk ke Foot Town
aja. Hehe..
![]() |
| Tokyo Tower Night |
Entah kenapa, dari dulu
gue selalu males buat diajakin naik ke tower2 gitu. gue lebih suka nikmatin
(lihat) aja dari luar. Faktor takut ketinggian mungkin ya. Hehe..
Foot
Town adalah ruang dasar berlantai 4 yang ada di Tokyo Tower. Disini ga
diperlukan tiket masuk. Di areal ini, kita bisa menemui Food Court dan Souvenir
Shop di lantai 2. Karena insting perut gue udah menunjukkan radar2 kelaparan,
makanya gue beli makan disini. Harga makanannya bervariasi (maklumlah, namanya
juga food court) mulai dari 300 yen sampai 800 yen. Setelah kenyang, gue malanjutkan
untuk cari penginapan. Gue memutuskan berjalan dan mencari penginapan di
sekitar Tokyo Tower. Gue milih Grand
Tokyo Hotel karena letaknya cukup deket dan harganya lumayan terjangkau. Per
malamnya sekitar 8900 yen dan fasilitasnya lumayan. Hotel ini tingginya 15
lantai dan hanya sekitar 800 meter dari Tokyo Tower. Jadi gue ga perlu jalan
jauh. Dari kamar hotel, gue bisa lihat indahnya Tokyo Tower yang dihiasi
lampu2. Malam ini gue mau menikmati indahnya Tokyo Tower di malam hari. Dan gue
mau istirahat soalnya besok gue pengen ke Osaka.
***
Hari
keempat, gue check-out dari hotel langsung ke Stasiun Hamamatsucho jalan kaki
sekitar 10 menit. Terus naik JR ambil Yamanote Line dengan harga 150 yen ke
Stasiun Tokyo dengan waktu tempuh sekitar 6 menit. Sampai di stasiun Tokyo, gue
langsung ambil jalur Tokaido Line naik Nozomi no 43 dengan harga 8.510 yen. Perlu diketahui, Nozomi adalah shinkansen tercepat
di Jepang dengan kecepatan 300km/jam. Jarak tempuh dari Tokyo ke Osaka sekitar
552,6 km. Dengan menggunakan kereta ini, hanya memakan waktu tempuh 156 menit.
Whoo.. cepet banget kan..
![]() |
| Nozomi Shinkansen |
Setelah sampai di stasiun Shin-Osaka,
gue turun dan harus ganti jalur sama kereta. Gue langsung naik JR dengan jalur
Tokaido-San-Yo Line tanpa harus membayar lagi. Karena tiket yang gue beli
adalah tiket terusan. Jarak tempuh menuju stasiun selanjutnya sekitar 3,8 km
dan memakan waktu 4 menit. Setelah itu gue turun lagi ke Stasiun Osaka dan
ganti JR dengan jalur berbeda lagi. Kali ini jalur yang gue ambil adalah Osaka
Loop Line dan dengan jarak 5 km ke stasiun terakhir. Setelah 9 menit
perjalanan, sampailah kita ke stasiun terakhir di Osakajokoen. Perjalanan dari
Tokyo ke Osaka memang sedikit panjang dan sedikt rumit serta mahal. Tapi ya
memang itulah akses menuju Osaka.
Sampai di Stasiun Osakajokoen, gue kita berjalan
kaki sekitar 15 menit untuk sampai gerbang masuk Benteng Osaka. Tapi, kita
belum bisa mesuk ke dalam Benteng Osaka. Karena akan yang kita masuki cuma
pelataran aja. Buat sampai ke pintu masuk utama Benteng Osaka, kita perlu jalan
kaki kurang lebih 20 menit dan kita bakal menemui loket penjualan tiket masuk
ke dalam. Harga tiket buat masuk ke menara Benteng Osaka sekitar 600 yen. Jam
buka tempat wisata ini mulai jam 09.00 – 17.00.
![]() |
| Istana Osaka |
Istana Osaka merupakan bangunan
peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Menara utama Istana
Osaka yang menjulang tinggi merupakan simbol kota Osaka. Istana ini dibangun
oleh tokoh paling terkenal dalam sejarah Jepang yang sekaligus salah satu dari
tiga tokoh para pemersatu Jepang yaitu Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1583 dan
mempunyai peran penting dalam proses penyatuan Kerajaan Jepang.
Istana Osaka kini beralih fungsi menjadi
sebuah museum artefak kuno yang memamerkan beberapa artefak sejarah peninggalan
Toyotomi Hideyoshi serta beberapa diorama yang menceritakan kisah kehidupan
Toyotomi Hideyoshi. Di lantai 8, kita
bisa lihat pemandangan kota Osaka dari puncak istana. Di sekitar areal Istana
ini, ada tempat yang bernama Nishinomaru Garden. Yang berupa taman bunga Sakura
yang biasanya pada musim semi sering didatangi orang2 yang ingin berhanami
(piknik dibawah pohon sakura). Jam buka taman ini sama seperti jam buka menara
istana. Dan harga tiket masuk ke taman ini sebesar 200 yen tapi kalau lagi
musim semi jadi 350 yen.
Setelah dari istana Osaka, gue langung
menuju Universal Studio Japan. Buat ke Universal Studio Jepang, kita harus
jalan lagi balik ke Stasiun Osakajokoen naik JR ke Stasiun Osaka dengan biaya
sekitar 160 yen. Kemudian ganti JR lagi menuju JR Universal City Station dengan
biaya 170 yen. Jarak stasiun dan gerbang utama masih beberapa kilometer lagi.
Tapi suasananya udah kerasa banget. Jalanpun jadi ga berasa banget. Tau2 udah sanpe
aja.
![]() |
| Globe Universal Studio Japan |
Sebelum masuk, tentunya kita perlu beli
tiket dulu. Ada banyak macam tiket yang disediakan disini. Ada paket 1 day, 2
days, atai 1,5 days. Dan harganya juga beragam. Untuk tiket 1 day pass,
harganya buat umum 6.200 yen, anak2 4.100 yen, dan buat manula 5.500 yen.
Selanjutnya, buat tiket 2 days pass, harganya buat umum 10.700 yen, anak2 7.200
yen. Sedangkan tiket 1,5 days pass, untuk umum 8.200 yen, anak2 6.100 yen.
Bayangin ga, muahalnya #bantubaimyaallah.
Bandingin aja sama harga tiket masuk Dufan yang cuma 100.000 perak. Atau masuk
Trans Studio yang cuma 200.000 aja. Ebuset.. ga ada setengahnya kalo
dibandingin yak. Tapi apapun yang terjadi, gue tetep harus masuk. Nanggung
banget kan ga masuk sini, udah dateng jauh2 juga. Jadi gue memutuskan buat
masuk dan abeli tiket 1 day pass. Dan gue pun masuk ke dalam.
Dengan bantuan peta yang gue bawa, gue
coba buat menyusuri wahana2 yang ada di tempat ini. USJ dibagi menjadi 9
wilayah. New York, Hollywood, San Fransisco, Jurrasic Park, Lagoon, Snoopy
Studio, Water World, Amily Village, dan Land of Oz. Tapi karena gue cuma ambil
tiket 1 day pass, otomatis gue ga bisa jelajahin semua wahana. Karena waktu gue
seharian ini juga udah kepotong sama di Istana Osaka tadi. Jadi gue memutuskan
buat cari wahana yang paling menarik aja menurut gue dibantu referensi2 dari
internet.
![]() |
| The Amazing Advanture of Spiderman |
Pertama2 gue ke New York dan masuk ke
wahana The Amazing Advanture of Spiderman. Wahana ini adalah salah satu wahana
indoor. Jaki kita bakal msuk ke dalam sebuah gedung, yang certanya adalah
kantor dari si peter parker (the bugle). setelah
sampe di ujung ruangan, kita bakal dikasih kacamata 3D. krn semua orang dikasih
kacamata 3D, awalnya gw pikir kita bakal masuk kedalam satu studio & bakal
disuguhin pertunjukan2 3D gitu, ternyata kita disuruh naik ke sebuah kendaraan.
setelah naik ke kendaraan itu, kita disuruh untuk memakai kacamata 3D-nya. dan
perjalanan wahana spidermanpun akhirnya dimulai.
Awalnya gambar animasi spiderman yang dipantulkan dengan
menggunakan proyektor tiba2 muncul di depan mobil kita & dia berbicara
(dengan bahasa jepang haha) tentang keadaan kota new york yang sedang gawat krn
patung liberty diancam akan dihancurkan oleh musuh2nya. musuh2 yang muncul ada
5 : hobgoblin, doctor octopus, electro, hydro-man, dan scream. Wahana ini cukup
menarik juga sih, karern kita juga ikutan ngerasain dibanting2 sama doctor
octopus, kena goyangan dari sengatan listriknya electro, dll.
Setelah itu gue ke Hollywood area dan ke wahana E.T
Adventure. Disini kita bakal dibawa sebuah
kendaraan (yang ceritanya adalah sepeda) dan akan dibawa kedalam planet tempat
si E.T berasal. mungkin wahana ini setipe dengan istana boneka, cuma bedanya
kita bakal dibawa terbang dengan kendaraan kita dengan kecepatan yang beda2.
ada adegan dimana kita berada dalam bahaya, jadi kecepatan kendaraanpun
bertambah dan hampir nabrak benda2 disekitarnya, dll.
Masih di area ini, gue
mencoba Hollywood Dream-The Ride. Ini adalah satu2nya roller coaster yang ada
di USJ. Sebelum atraksinya dimulai, kita bisa memilih 1 dari 5 lagu yang
disediakan untuk diputar selama ataksi berlangsung (dengan headphone). Lagu
yang bisa kita pilih antara lain
1.
Bon Jovi – Homebound Train
2.
Eminem – Lose Yourself
3.
The Beatles – Get Back
4.
Dreams Come True – Osaka Lover
5.
Kobukuro – The Wing Named You
Antrian wahana ini juga
merupakan salah satu antrian terpanjang dari seluruh wahana yang ada di USJ. Karena
itu, expectasi gue buat mencoba wahana ini besar banget. Hahaha..
Habis itu gue pindah area
lagi. Kali ini gue ke Jurrasic Park. Dan gue mencoba Jurrasic Park-The Ride.
Disini mungkin hampir sama kayak arung jeram di dufan, tapi bedanya ga ada arus
deras disini. Jadi banyak dinosaurus yang muncul di dalam wahana ini (yaialah..
namanya juga Jurrasic Park. Ya jelas banyak dinosaurusnya lah). Ada yang lagi
makan, ada yang ngibas2in ekor, dll. Dan ending dari wahana ini adalah ketika
kita sampai puncak, tiba2 bakal ada T-Rex yang muncul dan kita bakal meluncur
ke bawah (kayak niagara di dufan).
Setelah itu gue coba
pindah area lagi. Kali ini gue ke Land of Oz dan masuk wahana Wicked. Di wahana
ini, ternyata kita bakal disuguhkan teater musikal yang diangkat dari novel
Wicked: The Life and Times of The Wicked Witch of The West. Teater ini
merupakan salah satu teater dari panggung Broadway Amerika. Panggungnya berada
di outdoor. Pemeran utamanya orang bule, tapi bahasa yang dipake Bahasa Jepang.
Seluruh kostum, tarian, lagu, acting dari pemain bener2 amazing banget.
![]() |
| Mel's Drive In |
Setelah itu, gue mau cari
tempat makan karena anaconda di perut gue udah meliuk-liuk tanda kelaperan. Dan
gue menuju Mel’s Drive-In restaurant. Ini adalah tempat makan yang menjual
hamburger atau makanan Amerika lainnya. Kalo kita lihat dari bangunan luar,
tempat ini mirip banget kayak Dinner Restaurant yang ada di film Cinderella
Story yang pernah dimainin sama Hillary Duff itu. Harga makanan disini lumayan
mahal. 1 hamburger aja harganya paling murah 10 dollar atau sekitar 900 yen.
Ebuset.. harga kereta aja ga sampe segitu. Tapi yaudah deh, buat bahan cerita
kalo pulang ke Indonesia nanti. Hahaha...
Setelah puas keliling2 USJ,
gue mau nyari hotel yang agak murah dan deket. Karena gue udah ngerasa capek
banget. Gue pengen istirahat. Dan gue coba browsing di http://id.hotels.com/ dan gue nemu hotel yang
deket, bagus dan murah. Dan pilihan gue jatuh ke hotel Hotel Keihan
Universal City. Hotel ini hanya
berjarak 570 meter dari Universal Studio Jepang. Jadi gue ga perlu jalan jauh2.
Setelah nemuin hotelnya, gue masuk dan check-in. Gue
pilih kamar 1 room dengan tempat tidur single double (tempat tidur single tapi
yang agak gede dan bisa buat 2 orang). Harga permalamnya ga terlalu mahal.
Sekitar 7500 yen. Hotel ini terletak di kawasan Osaka Bayside dan fasilitas
yang dipunya layaknya standart hotel pada umumnya. Dan gue pun istirahat dengan
brutalnya. Hahaha...
***
Hari kelima, gue mau ke Kyoto. Gue mau berwisata
budaya disini. Sejauh yang gue tahu, Kyoto hampir sama dengan Jogjakarta
Indonesia. Sama2 pernah menjadi ibukota negara.
Setelah check-out, gue jalan menuju Stasiun
Universal Studio dan turun ke Stasiun Osaka. Lalu gue naik JR melalui
Tokaido-San-Yo Line dan membayar tiket sebesar 540 yen. Jarak kesana sekitar
42,8 km dan memakan waktu tempuh 29 menit. Dan sampailah ke Stasiun Kyoto.
Rencananya, tempat pertama yang bakal gue datengin adalah Gion. Gion merupakan
tempat dimana kita bisa meemukan banyak sekali Geisha. Itulah alasan kenapa gue
pengen kesini. Gue pengen melihat sendiri bagaimana penampilan seorang Geisha
dan gue pengen belajar banyak disana.
Gion berada di sebelah timur Kyoto. Untuk sampai
kesana, gue harus naik bis dari Stasiun Kyoto ke hal bus Gion. Bis yang gue
naikin adalah bis nomor 100 waktu tempuh yang gue perlu sekitar 20 menit dan
membayar 220 yen.
![]() |
| Maiko |
Sampai di Gion, kita bakal disuguhkan pemandangan
serta suasana yang bener2 tradisional banget. Gion ini merupakan pusat hiburan
yang dikenal dengan pusat Geishanya. Banyak sekali rumah2 Geisha (okiya) disini
sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa Gion sebagai sebuah Distrik Lampu
Merah. Padahal Shimabara adalah distrik lampu merah Kyoto.
Kalo kalian pernah nonton film Memoirs of A Geisha
pasti kalian pernah lihat Jembatan Shirakawa yang kalo di film itu digunakan
sebagai setting tempat pertemuan pertama kali si Sayuri kecil (Chiyo) ketemu
sama Kaicho. Nah, jembatan ini juga berada di kawasan Gion.
Sebenernya, kawasan ini bagus untuk dijelajahi pada
malam hari. Karena kita bisa pergi ke rumah2 teh (ochaya) dan kita bisa dihibur
oleh geiko atau maiko (geisha pemula) disana. Tapi harga2 rumah2 teh disini
lumayan mahal karena adanya geisha yang menghibur. Namun, apabila kita
beruntung kita bisa melihat maiko yang sedang berjalan di area ini.
Gue pengen banget belajar kebudayaan Jepang. Jadi
mumpung gue disini, gue mau memanfaatkan kesempatan ini. Gue pengen pergi ke
Gion Corner, karena menurut sumber yang gue baca disini kita bisa melihat para
Geisa memperlihatkan keahlian mereka dalam beberapa kebudayaan. Misalnya
Chanoyu (upacara minum teh) atau Ikebana (seni merangkai bunga). Tapi,
berhubung jam bukanya masih luama banget jam 7 malem, jadi gue mau pindah
tempat dulu. Gue mau ke Ginkakuji (Kuil Paviliun Perak) karena letaknya juga ga
begitu jauh dari Gion (walaupun kesananya tetep harus naik kendaraan umum) jadi
ntar sore gue bisa balik lagi ke Gion dan bermalam disini. Dari Gion, gue pergi
dengan bis nomor 100 dengan membayar 220 yen.
![]() |
| Ginkakuji |
Ginkakuji
buka dari jam 8.30 – 17.00 dengan biaya masuk 500 yen. Ginkakuji dibangun atas
perintah Shogun Ashikaga Yoshimasa (1435-1490) sebagai tempat peristirahatan
yang nyaman. Ginkakuji merupakan bangunan sederhana dengan eksterior kayu yang
mirip dengan Kinkakuji. Desainnya menggabungkan gaya bangunan yang ada di China
dan Jepang. Sebagian besar banguna di kompleks kuil ini sudah ada sejak abad
ke-17, namun pada tahun 1600-an bangunan2 baru mulai dibangun dengan
kepentingan dan inspirasi dari shogun. Yang bisa dilihat di ruang depan Togu-do
adalah sebuah patung yang diyakini adalah Yoshimasa. Ini merupakan tempat
Shogun Ashikaga menghabiskan masa hidupnya. Di bagian belakang juga ada ruang
untuk tradisi minum teh Dojin-sai. (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2012/01/02/3469/2/Ayo-Kita-ke-Paviliun-Perak-Kyoto)
| Udon |
Setelah
puas berkeliling Ginkakuji, gue mau coba cari makan deket ginkakuji dan gue
dapet referensi makan di restaurant Udon namanya Omen. Restoran ini tergoong
murah karena harganya paling mahal sekitar 4000 yen (walaupun buat gue ini
tetep aja mahal). Disini disediakan berbagai macam Udon. Ada yang banyak
sayurnya, tapi ada juga yang pake ayam. (http://www.mytravelguide.com/restaurants/profile-101653711-Japan_Kyoto_Omen.html)
Setelah
makan, gue balik ke Gion. Gue balik agak soren karena menurut petunjuk di Gion
Corner, gue ga boleh telat karena gue bakal melewatkan pertunjukan2 yang ada.
And the most important, tiketnya ga bisa di boking karena tiket baru akan
dibuka sekitar jam 17.00 jadi gue ga mau kehabisan.
Dari
Ginkakuji gue balik ke Gion naik bis dengan range harga yang sama. Setelah
sampe di Gion, gue langsung ke Hanami Koji-dori dan langsung beli tiket. Harga masuk kesini emank agak mahal sekitar 2.200
yen itu karena umur gue antara 16-22 tahun (bisa cek di web ini http://www.kyoto-gioncorner.com/global/en.html).
Tapi ga papa deh, namanya juga cari ilmu pasti mahal. Mau pinter kan butuh
pengorbanan.
Di dalam
Gion Corne, kita bakal ditaruh dalam sebuah ruangan besar (kayak Hall) dan kita
akan disuguhkan bnayak pertunjukan, mulai dari Kyo-mai Dance yang akan
dibawakan oleh Maiko, Flower Arrangement (Ikebana), Tea Ceremony (Chanoyu),
Gagaku Court Music, Kyogen Theatre, dan Bunraku Puppet Theatre. Disini juga ada
sebuah Galeri Maiko, dimana video dari penari dan bentuk rambut dari Maiko
dipajang.
Kurang
lebih satu jam gue disini, dan ini saatnya gue mau istirahat. Gue nyari hotel
yang deket dan yang pasti MURAH. Soalnya cadangan duit harus dihemat. Gue udah
cukup boros diawal adateng gara2 ga ngerti. Hahaha...
![]() |
| Aula Gion Corner |
Gue mau
nginep di Backpacker Hostel K’s House Kyoto dan memilih shared room karena
harganya lebih murah. Gue cuma perlu bayar 2.500 yen per malam dan dalam satu
kamar ada 4 orang cewek (soalnya gue pilih 4 Bed Female Dorm). Kamar ini ga
pake Bed atau kasur. Tapi pake tatami sebagai alas. Waahh.. kebayang ya, bener2
kerasa tradisional banget.
***




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar