*backsound* Ayumi Hamazaki –
Dearest
Udah
lama banget. Bener2 lama banget ga pernah coret2 disini lagi. Kalo lihat list,
terakhir kali nulis disini awal tahun (Januari) dan itu gara2 tugas bikin
travel blog. Hehehehe..
ただいま
Hissasiburi~~~
Disini,
aku bener2 mau ceritain apa aja yang udah aku alamin di tahun 2012 ini.
Banyak
hal yang terjadi dan bener2 bikin hidupku kayak roalercoaster. Naik turun. Tapi
di tahun ini juga aku belajar. Aku bener2 belajar dari hidupku sendiri.
Puncak
masa suram hidupku di tahun ini dimulai pada pertengahan tahun. dimana aku
bener2 ngalamin banyak cobaan. Dan depresi bener2 aku alamin waktu itu. Ga ada
yang aku kambinghitamkan atas berantakannya hidupku waktu itu. Karna memang itu
semua berjalan bebarengan.
Hal
pertama yang bikin aku depresi adalah masalah kampus. Di tahun kedua aku jadi
mahasiswa disini, aku mulai menemukan karakter2 masing2 individu disini. Dan
tanpa aku sadari, banyak kebusukan yang disimpan.
Kadang2
aku penasaran, kenapa mereka ngelakuin hal yang memuakkan seperti itu???
Dibalik
wajah polos dan sikap bak malaikat itu, ternyata dibaliknya dia menyimpan racun
dan pedang yang siap untuk menghunus jantung.
Mungkin
aku bukan paranormal atau seorang yang suspect yang bisa tahu kebusukan orang
lain. Tapi entah kenapa, aku merasakan kemuakkan tiap bersamanya. Kata2 yang
orang lain anggap adalah kata2 bijak yang meneduhkan hati, tapi buatku itu
terdengar seperti rayuan dan kemunafikan. Tapi no one believe me.
Sampai
suatu saat mereka tahu sendiri kebusukan apa yang sudah dia buat. Dan mereka
harus mengakui aku benar.
Kadang2
aku berfikir, benar apa yang dikatakan seseorang terhadapku.
“Lihat,
mereka tidak akan pernah mendengarkan kata2 dari orang2 seperti kita. Yang dari
penampilan, kita terlihat seperti preman yang ketika bicara selalu blak2an tapi
jujur. Mereka hanya mempercayai kata2 dari orang2 yang berpenampilan santun
terlihat lemah dengan kata2 bijak tapi didalamnya menyimpan banyak kebusukan.”
Ya,
terkadang malaikat tidak selalu berpenampilan seperti malaikat dan setan pun
tidak akan pernah menunjukkan dirinya yang sebenarnya.
Sebenarnya
aku ga terlalu peduli dengan sifat busuknya itu. Sampai suatu hari, dia
mengacaukan masa depan club yang aku pimpin. Dan membuat semua orang
menjauhiku. Ketika orang2 mulai tahu yang sebenernya, sejak itu pula aku tidak
segan untuk selalu memberikan kata2 tajam untuknya.
Kedua
adalah kesehatan Ayah yang mulai menurun. Setiap anak pasti akan selalu sedih
ketika melihat orangtuanya sakit. Begitu pula yang aku alami.
Aku
ingat, pagi hari waktu aku akan berangkat ujian, tiba2 Ayahku mengeluh sakit
dan tiba2 tidak bisa berjalan. Siapa orang yang tidak merasakan ketakukan
ketika kamu mengalami hal yang aku alami??
Tiap
hari harus mondar mandir ke rumah sakit, ujian ga bisa konsentrasi. Dan
berakibat menurunnya Ipku. Kalo inget2, aku sampe dipanggil sama dosen wali.
Hahahaha..
Tapi
syukurlah, sekarang Ayah udah bisa jalan lagi. Walaupun kesehatannya masih
bikin khawatir.
*ganti backsound* Yui – You
Hal
ketiga adalah kisah cintaku..
Tahun
ini adalah tahu ketiga hubunganku dengannya. Tapi sejak 6 bulan sebelumnya, aku
mulai merasakan ada yang berbeda dengan sikapnya terhadapku.
Dimulai
ketika liburan tahun lalu.
Intensitas
aku bertemu dengan dia mungkin sama halnya seperti pasangan yang melakukan LDR
di tempat yang cukup jauh. walaupun kenyataannya, jarak kampus kami hanya
kurang dari 5 km. Tapi, bukan jarak mungkin yang membuat hubungan ini terasa
jauh. tapi waktu dan sifat masing2 dari kami.
Aku
kenal dia cukup lama, dan aku tahu orang seperti apa dia. Workaholic mungkin
yang bisa aku bilang. Dari sudut pandangku, dia adalah seorang yang
perfecsionis dalam melakukan sesuatu. Terutama tugas2nya. Ga heran kalo dia
bisa dapet IP tertinggi. Dari awal hal seperti ini yang aku khawatirkan. Dia
tidak akan terbiasa dengan jarak. Tapi aku tetep berusaha bertahan.
Sampai
suatu liburan, saat aku ingin sekali bertemu dengan dia tapi tidak pernah ada
respon darinya. Bahkan dia seakan2 memutuskan komunikasi kami.
6
bulan aku diabaikan, tibalah di satu titik dimana aku mulai jenuh. Dan aku
hanya bisa pasrah. Semua
Aku
hanya menunggu kapan dia akan mengakhirinya. Karna aku yakin, ini hal yang dia
inginkan. Mungkin dengan mengabaikanku, dia seperti ingin membiasakanku. Tapi
sebenernya aku sudah terbiasa tanpa dia bukan.
Dan
tepat 3 tahun anniversary kami, hubungan kami berakhir.
Mengkutip
apa yang dia katakan, “Jarak udah bikin dingin suatu hubungan”
Menurutku
bukan jarak. Melainkan waktu dan individunya masing2. Mungkin dia udah ga
comfort lagi dengan aku. Mungkin masih ada prioritas lain yang lebih penting
lagi untuk dipikirkan. Atau alasan apapun yang dia punya, aku hargai itu semua.
Aku
bukan siapa2 dan aku juga ga berhak atas apapun. Hidupnya adalah hidupnya. Dia
berhak melakukan hal terbaik untuk hidupnya. Dan aku harus menghormatinya.
Selain
kehilangan kekasih, di tahun ini juga aku kehilangan orang paling berharga
dalam hidupku..
My
lovely grandma..
Apa
yang bisa aku lakukan hanya selalu mendoakannya. Semoga beliau selalu tenang
disisinya.
Semua
hal yang aku alami, terjadi dalam jarak yang berdekatan. Dan itu yang membuat
aku bener2 depresi. Ketika masalah 1 belum beres, sudah ada masalah yang lain.
Dan ketika aku membutuhkan tempat untuk bersandar, orang itu malah pergi.
Bayangkan apa yang kalian rasakan ketika menjadi seorang aku??
Beruntung
aku masih punya orang2 yang bisa menguatkan. Selain keluargaku, ada yang lain..
Friends..
Merekalah
yang selalu ada disampingku..
Mungkin
mereka hanya sebagian kecil bagian orang2 dari duniaku yang aku sayang. Mereka
yang selalu ada disaat apapun.
Apa
jadinya aku tanpa mereka saat itu??
Mungkin
aku akan tetap terpuruk. Walaupun mereka tidak pernah melakukan apa2, tapi yang
mereka lakukan adalah memberikan semangat. Dan sekaligus kekuatan buatku.
Kalian
tahu, bahkan pas PKL kita ke Bali seumur hidupku ini pertama kalinya aku
menginjakkan kakiku di bar. Dan aku dugem semalaman dengan beberapa teman.
Mungkin
kalian pikir aku GILA..
Ya,
memang saat itu aku gila. Aku ga tahu lagi harus berfikir dan bertahan seperti
apa lagi.
Tapi
it will be my last. And I don’t want it again. Ga enak soalnya.. hahahaha..
Jauhkan
pikiran kotor kalian. Aku cuma sekedar dugem, tanpa minum. Tubuhku masih murni
perawan dan tidak pernah dimasuki cairan2 haram itu.
Tapi
lambat laun, karena peristiwa2 yang aku lami itu pula yang menjadikanku semakin
dewasa. Pikiranku makin jauh luas kedepan. Aku mulai bisa mengontrol emosi
(yah.. walau kadang2 masih bisa lepas).
Saat
putus, seorang teman pernah berkata:
“kalo
aku jadi kamu, aku bakal ngomel2 dan ga mau kenal lagi sama dia.”
Weiiittsss...
Buat
apa kayak gitu?? Kita udah dewasa kan??
Kenapa
aku berani bilang kita dewasa??
Dari
segi usia, kita udah dibilang dewasa. Aku udah 20 tahun. dan aku akan berfikir
dan bertindak selayaknya orang seusia 20 tahun.
Kita
bukan lagi anak remaja SMA yang kalo lagi putus, pasti main musuh2an. Ga
memungkiri, manusia itu makhluk sosial kan? Harusnya kita bisa menjaga hubungan
antar sesama kan?
Anggap
aja dia adalah masa lalu. Kalo kita mulai dengan baik, maka berakhirnya juga
harus baik kan??
20
tahun buatku adalah usia yang sakral. Di titik ini aku sudah bukan lagi anak
umur belasan tahun. tapi sudah masuk puluhan. Di usia ini, semua pendapatku
sudah dianggap dan berlaku dalam keluarga.
Pepatah
bilang, “Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
Aku
mau memilih itu. Disamping usiau yang beranjak tua, aku mau kedewasaanku juga
bertambah. Dengan sikap yang dewasa juga aku siap menghadapi apa yang akan aku
hadapi mulai sekarang.
Terima
ksih 2012..
Banyak
cerita yang aku alami..
Semoga
apa yang aku alami di tahun ini, jadi pelajaran berharga untuk tahun2
selanjutnya..
Welcome
2013..
*backsound*
Yui – Goodbye Days
Thanks
to: Allah SWT, My Family, Alfian, Pipit, Adi, Laily, Chika, Ruth, Virgin,
Nandya, Manda Sensei, Aulia, Phierda, Mas Coco, Bang Alfi Yosakoi Team,
Niseikai Member, dan orang2 yang ga bisa aku sebutin satu persatu. Yang udah
bikin tahun ini penuh cerita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar