Minggu, 09 Desember 2012

Catatan Akhir Tahun 2012



*backsound* Ayumi Hamazaki – Dearest

Udah lama banget. Bener2 lama banget ga pernah coret2 disini lagi. Kalo lihat list, terakhir kali nulis disini awal tahun (Januari) dan itu gara2 tugas bikin travel blog. Hehehehe..

ただいま

Hissasiburi~~~

Disini, aku bener2 mau ceritain apa aja yang udah aku alamin di tahun 2012 ini.

Banyak hal yang terjadi dan bener2 bikin hidupku kayak roalercoaster. Naik turun. Tapi di tahun ini juga aku belajar. Aku bener2 belajar dari hidupku sendiri.
Puncak masa suram hidupku di tahun ini dimulai pada pertengahan tahun. dimana aku bener2 ngalamin banyak cobaan. Dan depresi bener2 aku alamin waktu itu. Ga ada yang aku kambinghitamkan atas berantakannya hidupku waktu itu. Karna memang itu semua berjalan bebarengan.
Hal pertama yang bikin aku depresi adalah masalah kampus. Di tahun kedua aku jadi mahasiswa disini, aku mulai menemukan karakter2 masing2 individu disini. Dan tanpa aku sadari, banyak kebusukan yang disimpan.
Kadang2 aku penasaran, kenapa mereka ngelakuin hal yang memuakkan seperti itu???
Dibalik wajah polos dan sikap bak malaikat itu, ternyata dibaliknya dia menyimpan racun dan pedang yang siap untuk menghunus jantung.
Mungkin aku bukan paranormal atau seorang yang suspect yang bisa tahu kebusukan orang lain. Tapi entah kenapa, aku merasakan kemuakkan tiap bersamanya. Kata2 yang orang lain anggap adalah kata2 bijak yang meneduhkan hati, tapi buatku itu terdengar seperti rayuan dan kemunafikan. Tapi no one believe me.
Sampai suatu saat mereka tahu sendiri kebusukan apa yang sudah dia buat. Dan mereka harus mengakui aku benar.
Kadang2 aku berfikir, benar apa yang dikatakan seseorang terhadapku.

“Lihat, mereka tidak akan pernah mendengarkan kata2 dari orang2 seperti kita. Yang dari penampilan, kita terlihat seperti preman yang ketika bicara selalu blak2an tapi jujur. Mereka hanya mempercayai kata2 dari orang2 yang berpenampilan santun terlihat lemah dengan kata2 bijak tapi didalamnya menyimpan banyak kebusukan.”


Ya, terkadang malaikat tidak selalu berpenampilan seperti malaikat dan setan pun tidak akan pernah menunjukkan dirinya yang sebenarnya.
Sebenarnya aku ga terlalu peduli dengan sifat busuknya itu. Sampai suatu hari, dia mengacaukan masa depan club yang aku pimpin. Dan membuat semua orang menjauhiku. Ketika orang2 mulai tahu yang sebenernya, sejak itu pula aku tidak segan untuk selalu memberikan kata2 tajam untuknya.

Kedua adalah kesehatan Ayah yang mulai menurun. Setiap anak pasti akan selalu sedih ketika melihat orangtuanya sakit. Begitu pula yang aku alami.
Aku ingat, pagi hari waktu aku akan berangkat ujian, tiba2 Ayahku mengeluh sakit dan tiba2 tidak bisa berjalan. Siapa orang yang tidak merasakan ketakukan ketika kamu mengalami hal yang aku alami??
Tiap hari harus mondar mandir ke rumah sakit, ujian ga bisa konsentrasi. Dan berakibat menurunnya Ipku. Kalo inget2, aku sampe dipanggil sama dosen wali. Hahahaha..
Tapi syukurlah, sekarang Ayah udah bisa jalan lagi. Walaupun kesehatannya masih bikin khawatir.

*ganti backsound* Yui – You

Hal ketiga adalah kisah cintaku..
Tahun ini adalah tahu ketiga hubunganku dengannya. Tapi sejak 6 bulan sebelumnya, aku mulai merasakan ada yang berbeda dengan sikapnya terhadapku.
Dimulai ketika liburan tahun lalu.
Intensitas aku bertemu dengan dia mungkin sama halnya seperti pasangan yang melakukan LDR di tempat yang cukup jauh. walaupun kenyataannya, jarak kampus kami hanya kurang dari 5 km. Tapi, bukan jarak mungkin yang membuat hubungan ini terasa jauh. tapi waktu dan sifat masing2 dari kami.
Aku kenal dia cukup lama, dan aku tahu orang seperti apa dia. Workaholic mungkin yang bisa aku bilang. Dari sudut pandangku, dia adalah seorang yang perfecsionis dalam melakukan sesuatu. Terutama tugas2nya. Ga heran kalo dia bisa dapet IP tertinggi. Dari awal hal seperti ini yang aku khawatirkan. Dia tidak akan terbiasa dengan jarak. Tapi aku tetep berusaha bertahan.
Sampai suatu liburan, saat aku ingin sekali bertemu dengan dia tapi tidak pernah ada respon darinya. Bahkan dia seakan2 memutuskan komunikasi kami.
6 bulan aku diabaikan, tibalah di satu titik dimana aku mulai jenuh. Dan aku hanya bisa pasrah. Semua
Aku hanya menunggu kapan dia akan mengakhirinya. Karna aku yakin, ini hal yang dia inginkan. Mungkin dengan mengabaikanku, dia seperti ingin membiasakanku. Tapi sebenernya aku sudah terbiasa tanpa dia bukan.
Dan tepat 3 tahun anniversary kami, hubungan kami berakhir.
Mengkutip apa yang dia katakan, “Jarak udah bikin dingin suatu hubungan”
Menurutku bukan jarak. Melainkan waktu dan individunya masing2. Mungkin dia udah ga comfort lagi dengan aku. Mungkin masih ada prioritas lain yang lebih penting lagi untuk dipikirkan. Atau alasan apapun yang dia punya, aku hargai itu semua.
Aku bukan siapa2 dan aku juga ga berhak atas apapun. Hidupnya adalah hidupnya. Dia berhak melakukan hal terbaik untuk hidupnya. Dan aku harus menghormatinya.
Selain kehilangan kekasih, di tahun ini juga aku kehilangan orang paling berharga dalam hidupku..
My lovely grandma..
Apa yang bisa aku lakukan hanya selalu mendoakannya. Semoga beliau selalu tenang disisinya.

Semua hal yang aku alami, terjadi dalam jarak yang berdekatan. Dan itu yang membuat aku bener2 depresi. Ketika masalah 1 belum beres, sudah ada masalah yang lain. Dan ketika aku membutuhkan tempat untuk bersandar, orang itu malah pergi. Bayangkan apa yang kalian rasakan ketika menjadi seorang aku??

Beruntung aku masih punya orang2 yang bisa menguatkan. Selain keluargaku, ada yang lain..

Friends..

Merekalah yang selalu ada disampingku..
Mungkin mereka hanya sebagian kecil bagian orang2 dari duniaku yang aku sayang. Mereka yang selalu ada disaat apapun.
Apa jadinya aku tanpa mereka saat itu??
Mungkin aku akan tetap terpuruk. Walaupun mereka tidak pernah melakukan apa2, tapi yang mereka lakukan adalah memberikan semangat. Dan sekaligus kekuatan buatku.

Kalian tahu, bahkan pas PKL kita ke Bali seumur hidupku ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di bar. Dan aku dugem semalaman dengan beberapa teman.
Mungkin kalian pikir aku GILA..
Ya, memang saat itu aku gila. Aku ga tahu lagi harus berfikir dan bertahan seperti apa lagi.
Tapi it will be my last. And I don’t want it again. Ga enak soalnya.. hahahaha..
Jauhkan pikiran kotor kalian. Aku cuma sekedar dugem, tanpa minum. Tubuhku masih murni perawan dan tidak pernah dimasuki cairan2 haram itu.

Tapi lambat laun, karena peristiwa2 yang aku lami itu pula yang menjadikanku semakin dewasa. Pikiranku makin jauh luas kedepan. Aku mulai bisa mengontrol emosi (yah.. walau kadang2 masih bisa lepas).
Saat putus, seorang teman pernah berkata:
“kalo aku jadi kamu, aku bakal ngomel2 dan ga mau kenal lagi sama dia.”

Weiiittsss...
Buat apa kayak gitu?? Kita udah dewasa kan??
Kenapa aku berani bilang kita dewasa??
Dari segi usia, kita udah dibilang dewasa. Aku udah 20 tahun. dan aku akan berfikir dan bertindak selayaknya orang seusia 20 tahun.
Kita bukan lagi anak remaja SMA yang kalo lagi putus, pasti main musuh2an. Ga memungkiri, manusia itu makhluk sosial kan? Harusnya kita bisa menjaga hubungan antar sesama kan?
Anggap aja dia adalah masa lalu. Kalo kita mulai dengan baik, maka berakhirnya juga harus baik kan??
20 tahun buatku adalah usia yang sakral. Di titik ini aku sudah bukan lagi anak umur belasan tahun. tapi sudah masuk puluhan. Di usia ini, semua pendapatku sudah dianggap dan berlaku dalam keluarga.
Pepatah bilang, “Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
Aku mau memilih itu. Disamping usiau yang beranjak tua, aku mau kedewasaanku juga bertambah. Dengan sikap yang dewasa juga aku siap menghadapi apa yang akan aku hadapi mulai sekarang.
Terima ksih 2012..
Banyak cerita yang aku alami..
Semoga apa yang aku alami di tahun ini, jadi pelajaran berharga untuk tahun2 selanjutnya..


Welcome 2013..


*backsound* Yui – Goodbye Days

Thanks to: Allah SWT, My Family, Alfian, Pipit, Adi, Laily, Chika, Ruth, Virgin, Nandya, Manda Sensei, Aulia, Phierda, Mas Coco, Bang Alfi Yosakoi Team, Niseikai Member, dan orang2 yang ga bisa aku sebutin satu persatu. Yang udah bikin tahun ini penuh cerita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar