Senin, 09 Januari 2012

Jepang Oh Jepang Andai Ku Bisa Menggapaimu [Part 2]

***
Hari keenam, gue lanjutin perjalanan. Masih di Kyoto, kali ini gue mau ge Kinkakuji. Sama dengan Ginkakuji, cuma paviliun satu ini dilapisi emas pada bagian luarnya. Jadi bisa dilihat, warnanya mengkilap banget.
Dari Gion, gue menuju ke Stasiun Bis Sanjo Heian, kemudian naik bis nomor 12 dengan membayar 220 yen dan turun di halte Kinkakuji. Sampai Kinkakuji gue harus jalan ke loket tiket. (http://www.ieice.org/emc09/kyoto/tourist_guidebook.pdf)
Kinkakuji Temple
Tempat ini buka dari jam 09.00-17.00 dan harga tiket masuknya 400 yen. Bangunan paviliun ini dibangun dengan tiga lantai. Lantai pertama dibangun menggunakan gaya Shinden yang biasanya digunakan pada istana2 pada periode Heian dengan eksterior berupa pilar2 yang terbuat dari kayu serta kontras dengan dinding putuh. Kemudian di bangunan kedua di atasnya, gaya yang dipakai adalah Bukke yang biasanya digunakan untuk residen Samurai dengan eksterior luar berlapis emas. Kemudian bangunan paling atas, yaitu bangunan ketiga dibangun menggunakan gaya Chinese Zen Hall dengan eksterior berlapis emas dan ada patung Phoenix di atas atapnya yang juga berlapis emas.
Setelah keliling disini, gue pengen nyobain ke rental kimono terdekat di paviliun ini.  Ada sih rental deket sini, namanya Ume Sakura Kimono Rental. Tapi setelah gue nyari2 petunjuk, ternyata rental Kimono itu mahalnya bikin leher kecekek. Masa 1 set kimono aja yang paling murah sekitar 21.000 yen. Jadi gue memutuskan ga jadi. Mending buat makan wagyu aja kali.
Disini, gue mau nyari makan. Dan disini ada tempat makan Italia yang lumayan murah. Namanya York House Italian Restaurant. Harga 1 porsi pizza ada yang 680 yen sampai 700 yen. Jadi gue milih makan pizza aja. Bisa dilihat di alamat ini buat nyari restoran yang murah. (http://www.japanvisitor.com/index.php?cID=383&pID=906)
Selesei makan, gue mau ke Nara. Nara adalah sebuah kota tua. Jarak Nara dan Kyoto sekitar 42 km. Gue mau lihat kuil Todaiji yang terkenal itu. Dari Kinkakuji, gue harus balik ke Stasiun Kyoto. Berarti gue harus naik bis dari Kinkakuji-michi ke Stasiun Kyoto. Gue harus naik bis nomor 101 dengan membayar 220 yen. Dari stasiun Kyoto, kita harus naik JR dengan kereta Kaisoku arah stasiun JR Nara. Waktu tempuh sekitar 45 menit dan biaya sekitar 690 yen sampailah kita di stasiun Nara. Kemudian, dari stasiun Nara menuju kuil Todaiji kita jalan kaki sekitar 45 menit. Harga tiket masuk kuil ini 500 yen.
Todaiji Temple
Daibutsu
Todaiji adalah bangunan kuil Budha kayu terbesar di dunia. Dan bitetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Sebelum kita memasuki Daibutsuden, kita akan melewati pintu gerbang utama, yang juga dibuat dari kayu yang dinamakan Nandaimon. Disana terdapat dua patung raksasa, Nio (Benevolent King) dengan tinggi sekitar 8 meter. Di dalam kuil ini terdapat patung Budha dari tembaga dan perunggu (Daibutsu) terbesar di dunia dengan tinggi 15 meter dan berat sekitar 550 ton. (http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/09/16/todaiji-temple-kuil-yang-dikawal-seribu-utusan-dari-langit/)
Rusa Imut yang Berkeliaran
Di sekitar komplek Todaiji ini terdapat banyak sekali rusa yang hidup bebas. Rusa2 ini dianggap sebagai utusan dewa yang berkelana ke bumi. Dan jumlah rusa2 ini diperkirakan sekitar 1.200 ekor dan rusa2 ini sangat jinak. Makanan untuk rusa2 ini dujual oleh pedagang kaki lima dengan harga sekitar 100-150 yen.

Setelah puas keliling kuil Todaiji, gue langsung ke Kobe. Gue kesana naik kereta lagi dengan jalur yang mumet2. Pertama, gue ke stasiun JR Nara kemudian ambil jalur Kansai Line (JR West) naik Yamatoji-Rapid dan membayar 1.210 yen kemudian setelah 36 menit sampai di stasiun Tennoji dilanjutkan ke jalur Osaka Loop Line dan ga perlu bayar lagi. 16 menit kemudian, sampe di stasiun Osaka dan ambil jalur Tokaido-San-Yo Line dengan tetap tidak perlu membayar lagi dan 21 menir kemudian sampailah di stasiun Sannomiya (Hyogo). Jarak yang gue tempuh sekitar 78,8 km dengan waktu tempuh 84 menit. See, mbulet kan..
Disini gue mau langsung nyari penginapan. Soalnya ntar malemnya gue mau dinner nyobain Wagyu ala Kobe yang tersohor itu. Nah, daripada ribet gue pengen nyari hotel yang punya harga sedang, tapi dekat atau ada restoran yang nyediain wagyu. Gue coba searching di http://www.cdb.riken.jp/en/orientation/9e_Hotel_Ryokan_in_Kobe.htm dan ternyata gue nemu.
Kobe Portopia Hotel Building
Nama hotelnya, Kobe Portopia Hotel kalo jalan kaki dari Sinnomiya Station sekitar 10 menit aja. Sebenernya ini hotel berbintang, tapi ternyata dia nyediain Pre-60 Plan. Jadi sebenernya ini difungsikan untuk orang2 yang harus melakukan penerbangan pagi jadi ga bisa nginep lama2. Jadi, kita bakalan check-in jam 16.00 dan sudah harus check-out sebelum jam 11.00 esok harinya. Coba check aja di http://www.portopia.co.jp/en/.
Waahh, ini pas banget buat gue. Dan harga yang ditawarkan cuma 4.200 yen. Kelebihan lainnya, berhubung ini hotel kelas atas maka ada restoran mewah di dalamnya. Dan yang lebih menggembirakan lagi, restoran di hotel ini menyediakan menu daging Tajima yang terkenal itu. How lucky I am..
 \(^o^)/
Setelah check-in, gue mau mandi dan istirahat sebentar. Malamnya, gue mau ke lantai 2 menuju ke restorannya. Dan gue mau pesen menu Daging Wagyu dan menu yang disediakan adalah menu Gourmet Dinner Course. Menu ini harganya 10.000 yen per orang sudah termasuk pajak dan cas service masih ditambah 1 minuman. Dan makanannya berupa,
Tajima Beef
1.      Reastaurant Alain Chapel, French Cuisine
2.      Shukei En, Cantonese Cuisine
3.      Tajima, Teppanyaki Grill
4.      Kobe Tamura, Tradisional Japanese Cuisine
Ebuseeettt... jelas gue milih Tajimanya lah.. Hahaha..
Setelah selesei makan, gue mau langsung tidur aja. Soalnya besoknya gue mau muter2 Kobe.
***
Hari ketujuh, setelah check-out gue langsung ke tempat wisata terdekat yang bisa gue kunjungi.
Meriken Park
Gue mau jalan2 di sekitar wilayah ini, foto di depan Kobe City Museum yang bangunannya bener2 bagus banget sumpah. Tapi kayaknya gue ga berniat buat masuk ke dalaem. Cuma lewat aja. Sampai ke Meriken Park gue berencana buat masuk kesini aja. Meriken Park adalah sebuah taman yang menghadap ke laut. Tiket masuk taman ini 800 yen. Mariken Park berada di kawasan pelabuhan Kobe. Taman ini dilengkapi dengan hamparan rumput dan halaman terbuka yang dihiasi oleh koleksi seni modern dan air mancur. Taman ini juga disebut sebagai rumah bagi beberapa Arsitek Kontemporer Kota. Disini juga terdapat Menara Pelabuhan Kobe dan Museum Maritim Kobe serta Musium Kawasaki. Taman ini pernah hancur dalam gempa dahsyat Hanshin tahun 1995, namun sekarang tempat ini sangat populer bagi penduduk setempat dan wisatawan. Disini juga masih ada beberapa bagian dari tempat yang sempat rusak karena gempa dan digunakan sebagai pengingat.
Kawasaki Museum
Maritim Museum
Salah Satu Bangunan Yang Rusak Karena Gempa
Harbourland
Sedangkan Harbourland adalah area tepi laut yang popoler di Kobe dengan deretan toko, restoran, bioskop dan taman hiburan. Harbourland merupakan tempat kencan paling populer. Ada dua kompleks terbesar di daerah tersebut, antara lain Mosaic dan Canal Garden. Mosaic adalah sebuah kompleks perbelanjaan sepanjang pantai dengan berbagai butik fashion kecil dan berbagai pilihan restoran yang menghadap pelabuhan. Sebuah taman hiburan dengan Bianglala besar juga ada di ujung Mosaic. Sedangkan, Canal Garden adalah pusat perbelanjaan dengan Hankyu Departemen Store, toko elektronik, toko olahraga, dan outlet busana keluarga.
Cakepnya ^-^
Selesei keliling, gue mau pergi ke Hokkaido dari bandara Kansai dan karena gue penggemar berat doramanya om Kimura Takuya sekaligus dorama pertama yang pernah gue tonton. Yak, Good Luck. Maka gue memutuskan buat naik perusahaan pesawat A.N.A (All Nippon Airways). (www.ana.co.jp/eng/)
A.N.A Plane
Dari Sannomiya Station, gue naik JR dengan jalur Tokaido-San-Yo Line dengan membayar 690 yen dan turun ke Stasiun Osaka. Kemudian disini ganti jalur jadi Osaka Loop Line tanpa perlu membayar lagi. Dilanjutkan ke Nankai-Limited Express Rapit Beta no. 63 dengan membayar 890 yen. Akhirnya gue ngelewatin jembatan penghubung antara Bandara Kansai dan pulau Rinku, Sky Gate Bridge. Dan sampailah kita di bandara Kansai Yang fenomenal itu.
Kansai International Airport adalah salah satu bandara internasional di Jepang yang dibangun diatas sebuah pulau buatan. Lah, mumpung gue lagi di Kansai, secara kebetulan itu adalah salah satu tugas presentasi gue dulu, gue pengen lihat langsung gimana ajaibnya bandara ini. Gue mau keliling bentar mau foto2 dulu buat dipamerin ke temen2. Hahaha...
Kansai International Airport
Setelah puas keliling2, gue boarding. Disini, gue naik Pesawat ANA dengan tujuan bandara Chitose Hokkaido. Dengan biaya sekitar 43.500 yen. Waktu tempuhnya kurang lebih 110 menit.
New Chitose Airport
Setelah itu gue landing di New Chitose Airport. Dari sini, gue naik JR Airport No. 191 dengan membayar 1.040 yen dan turun di Sapporo Station. Di Sapporo, gue mau ke Shiroi Koibito Park, Odori Park, Botanical Garden, dll. Tapi berhubung waktunya udah ga memungkinkan, jadi gue berencana buat cari tempat istirahat dulu. Dan kebetulan ada hotel murah yang deket. Hotel ini cuma 3 menit waktu tempuh dengan jalan kaki. Nama hotelnya Marks Inn Sapporo dan gue milih Single Room dengan harga 3.100 yen per malam. Dan sisa hari itu gue habiskan dengan istirahat.( http://www.marks-inn.com/sapporo/english.html)

***
Hari kedelapan gue ke Odori Park. Dari Sapporo Station gue naik bis Sapporo City Subway-Namboku Line dengan membayar 200 yen. Dan sampailah kita di Odori. Tempat pertama yang gue datengin adalah tentunya Odori Park.
Odori Park
Odori Park adalah taman tengah kota yang sangat luas dan memisahkan kota ini menjadi utara dan selatan. Taman ini terbentang sepanjang 1 km dan menawarkan ruang hijau selama bulan-bulan hangat. Biasanya, pada awal februari, taman ini berfungsi sebagai pusat Festival Salju Sapporo (Sapporo Snow Festival). Di taman ini terdapat beberapa air mancur yang sangat bagus. Kalo dilihat-lihat, taman ini bener2 kayak oase di tengah2 padatnya kota yang penuh bangunan2 tinggi. Pada ujung timur Odori Park berdiri Sapporo TV Tower yang tingginya dibawah 150 meter.
Dari Odori Park, gue berencana melihat The Clock Tower yang disebut-sebut sebagai simbol dari Sapporo. Kalo dilihat dari eksteriornya, bangunan ini ga Jepang banget. Kental banget nuansa Eropanya. Tapi gue tetep penasaran dan pengen masuk.
The Clock Tower
Second Floor Hall
Tiket masuknya 200 yen. Bangunan ini dibangun selama periode awal pembangunan Sapporo pada tahun 1878 sebagai sebuah aula dari Universitas Pertanian Sapporo. Pada tahun 1881 sebuah jam dibeli dari Boston. Dan saat ini menara jam ini berfungsi sebagai museum dengan menampilkan tentang sejarah bangunan dan Sapporo di lantai pertama. Sedangkan lantai kedua adalah sebuah hall yang biasa digunakan sebagai tempat upacara. 
Dari Clock Tower, gue berencana buat lanjut ke Botanical Garden. Jarak antara satu tempat ke tempat lain ga terlalu jauh, jadi gue mau jalan kaki aja. Jarang2 kan kita bisa puas2in jalan kaki. Di Indonesia mah, kagak mungkin. bisa jalan kaki di tengah kota 100 meter tanpa bengek itu udah keajaiban. Tap disini beda. Secara udara mendukung banget gitu loh.
Back to the topic..
Botanical Garden didirikan pada tahun 1886 dan berada di pusat kota dan termasuk milik Universitas Hokkaido dan digunakan untuk tujuan ilmiah dan pendidikan. Hamparan kebun dengan rumput segar dan sejuk merupakan tempat yang nyaman untuk istirahat maupun piknik. Kalo gue bandingin, kayaknya Botanical Garden ini hampir sama kayak Kebun Raya Bogor mungkin ya. Sama2 ditengah kota dan biasa digunakan mahasiswa buat penelitian.
Sapporo Botanical Garden
Nijo Market
Botanical Garden dibat semacam hutan mini di tengah kota. Bener2 hijau. Buat memasuki areal ini, gue harus bayar 400 yen. Disini gue mau istirahat sambil hunting foto. Gue selalu suka taman atau kebun yang seger kayak gini. Mungkin hanya dengan duduk sambil mejamin mata di tempat kayak gini, bisa bikin pikiran kita relaks. Sesaat beban di otak bakal ilang gitu.
Habis ngerefresh otak di Botanical garden, gue mau balik ke hotel. Istirahat. Pegel juga nih kaki jalan mulu (mental orang Indonesia). Hahaha..Tapi sebelum itu, gue mau mampir Nijo Market. Gue denger, disini dijual makanan2 segar dan kayaknya murah2. 
***
Hari kesembilan, gue mau ke Desa Sejarah Hokkaido (Kaitaku no Mura). Dari stasiun Sapporo gue naik kereta lokal dan turun ke Shinrin Koen Station. Waktu tempuhnya sekitar 15 menit dan biaya sebesar 260 yen. Terus tinggal jalan kaki. suasana pedesaan sangat kental sekali. Dan aku bakal suka itu.
Kaitaku no Mura
Desa Sejarah Hokkaido adalah musium udara terbuka di pinggiran kota Sapporo. Disini, ada sekitar 60 bangunan khas Hokkaido yang ada pada era Meiji dan Taisho (1868-1926). Masa itu adalah masa dimana Hokkaido tengah melakukan pengembangan pada skala besar. Untuk masuk area ini kita harus bayar tiket masuknya sebesar 830 yen. Ada 4 bagian berbeda disini, yaitu kota, desa nelayan, desa pertanian, dan desa pegunungan.
Kaitaku Kinenkan
Disamping Desa Sejarah Hokkaido, ada juga Museum Sejarah Hokkaido (Kaitaku Kinenkan). Kita tinggal jalan kai sekitar 10 menit buat sampe museum ini dari Desa Sejarah Hokkaido. Tiket masuk area ini 500 yen. Disini ada beberapa dokumen sejarah perkembangan Hokkaido. Museum ini memiliki delapan area yang mencakup kronologis sejarah prefektur dari pendudukan pertama oleh manusia sekitar 20.000 tahun yang lalu untuk tahun2 pascaperang setelah tahun 1945 dan ke masa depan. Disini gue mau menikmati suasana pedesaan yang seger. Karena Hokkaido terletak di utara Jepang, makanya udaranya juga seger banget. Dan industri pertanian disini merupakan yang terbesar di Jepang. Makanya, bakal banyak hamparan pertanian di Hokkaido.
Lanjut perjalanan lagi, gue mau pindah ke sebuah tempat dimana makanan favorit gue diproduksi disini.
Yak bener banget.

Chocolate

Shiroi Koibito Park adalah tempat yang pas. Akses kesana, kita naik kereta JR dengan jalur Hakodate dengan membayar 260 yen kemudian turun Stasiun Sapporo lalu ambil jalur Sapporo City Subway-Toho Line dengan membayar 280 yen. Lalu sampai Odori ambil jalur Tozai dengan Sapporo City Subway tanpa harus membayar lagi dan sampailah di Miyanosawa. Dari sisni, kita tinggal jalan kaki.
Shiroi koibito Park
Shiroi Koibito Park adalah sebuah taman perusahaan coklat lokal. Produk unggulan dari Shiroi Koibito adalah sebuah biskuit yang terdiri dari dua kue mentega tipis dan lapisan coklat putih diantara keduanya. Dan ini merupakan salah satu souvenir yang paling terkenal dari Hokkaido.
Shiroi Koibito Company
Untuk masuk kesini kita harus membayar tiket masuk sebesar 600 yen. Shiroi Koibito Park buka mulai dari jam 09.00 sampai 18.00. Taman ini terdiri dari area bebas dengan kafe, toko dan restoran dan area yang harus membayar dan kita akan mendapatkan coklat. Yang paling menarik adalah, ada sebuah jendela besar yang mana pengunjung dapat melihat proses produksi di pabrik Shiroi Koibito. Temen gue si Virginia Fadhillah katanya pernah makan coklat buatan sini, dan katanya enak banget. Makanya gue mau nyobain dan gue beli 1 kotak Shiroi Koibito cookies in original tins yang isi 36 dengan harga 2.780 yen. (http://www.shiroikoibitopark.jp/english/)
Shiroi Koibito Soft Cream
Disini juga ada area ang namanya Rose Garden. Disini, tempat ini adalah kebun yang banyak diptumbuhi tanaman. Disini juga ada kedai es krim ala Shiroi Koibito Park. Gue mau nyoba 白い恋人ソフトクリーム (Shiroi Koibito Soft Cream) dengan harga 300 yen. Menu ini terdiri dari 1 cone es krim dan 2 cookies. Disini juga ada menara jam yang berwarna coklat yang menjadi icon dari perusahaan ini. Dan akan terlihat sangat indah jika dilihat malam hari (http://www.shiroikoibitopark.jp/rosegarden/index.html).
Setelah itu gue mau balik ke hotel. Dan gue mau check-out dan balik ke tokyo. Dan di hari terakhir besok, gue mau nyoba ke Ueno Park soalnya banak temen2 gue yang cerita katanya disana bagus. Lagian, di Tokyo juga udah deket sama Narita. Jadi ya biar simple aja.
Dari hotel, gue ambli kereta kayak pas pertama gue dateng kesini. Terus, sampai di New Chitose Airport, lagi2 gue manu nikmatin penerbangan pake ANA. Kali ini tiketnya 35.600 yen. Dengan waktu tempuh 105 menit, maka sampailah gue di Narita [lagi].
Dari sini, gue naik Narita Ekspress dan turun di Stasiun Tokyo dengan biaya 3.140 yen. Sama kayak pas pertama kali dateng. Sampe sini, gue mau nyari hotel yang deket2 aja. Dan gue nemuin hotel yang lumayan murah. Nihonbashi Villa Hotel akan menjadi pulihan gue. Hanya berjarak 600 meter dari stasiun Tokyo. Harga per malamnya sekitar 5.195 yen. Alhamdulillah lumayan dapet murah. (www.agoda.com/asia/japan/tokyo/nihonbashi_villa_hotel.html)
Sampai sini gue check-in dan langsung membaringkan diri di pembaringan. Capek puol..
***
Last day, gue mau ke Ueno Park. Dari station Tokyo gue naik JR Rapid dan ambil jalur Keihintohoku Line dengan membayar 150 yen. Waktu tempuh 5 menit dengan jarak 3,6 km maka sampailah gue di Ueno.
Ueno Park
Ueno Park (Ueno Koen) adalah sebuah taman umum besar yang berada disamping stasiun Ueno dan di pusat kota. Taman ini awalnya adalah bangian dari Kuil Keneji yang digunakan sebagai salah satu kuil terbesar dan terkaya milik keluarga Tokugawa. Namun, pada tahun 1868 kuil ini mengalami kehancuran selama Perang Sipil Boshi. Kemudian pekarangan kuil ini dirombak menjadi gaya barat dan dibuka untuk umum pertama kali pada tahun 1873.
Saat ini, Ueno Park terkenal dengan banyak museum didalamnya. Antara lain Tokyo National Museum, the National Museum for Western Art, the Tokyo Metropolitan Art Museum dan the National Science Museum. Disini juga terdapat kebun binatang Ueno, yang mana kebun binatang ini adalah kebun binatang pertama di Jepang. Dan di Ueno park ini juga terkenal dengan bunga sakuranya. Pada akhir Maret dan awal April, banyak orang yang berhanami disini.
Pertama-tama, gue mau ke Western Art Museum. Dengan biaya masuk sebesar 420 yen, disini kita bisa melihat koleksi seni bergaya barat yang kebanyakan dibawa oleh orang Eropa.
Kemudian gue mau ke Tokyo National Museum. Tiket masuknya 600 yen. Kalo gue lihat di internet, bangunan luar museum ini bener2 tradisional dan Jepang banget. Gue penasaran mau ke dalemnya. Gue mau belajar gimana sejarah Jepang langsung dari negaranya. Pasti beda atmosfirnya daripada pas gue belajar di kelas.
Tokyo National Museum
Terus gue mau lajut ke Ueno Zoo. Mau tahu, kayak apa sih kebun binatang tertua di Jepang ini. Beda ga ya sama Taman Safari di Indonesia?
Dan disana gue mau janjian sama 2 temen gue yang paling bohai. Si Chika sama si Virgin. Dan kita berencana keliling Ueno Zoo bareng2. Yee... \ (^_^) /
Biaya masuk ke sini 600 yen. Kebun binatang ini dibuka pertama kali pada tahun 1882. Dan binatang yang terkenal disini adalah seekor Panda China yang bernama Ling-Ling yang meninggal pada 2008.
Selesei keliling sama temen2 di Ueno Park, gue mau balik ke hotel dan packing buat besok pulang.
***
Dari hotel, gue ke Stasiun Tokyo naik Narita Ekspress dengan harga 1040 Yen kemudian naik Garuda Indonesia dengan harga Tiket yang sama. 
Kalo dihitung2 pengeluaran gue buat ke Jepang 10 hari aja udah muahal banget. 
Hari 1 gue ngabisin 160.215 yen
Hari 2 habis 7.970 yen
Hari 3 habis 10.430 yen
Hari 4 habis 24.190 yen
Hari 5 habis 10.400 yen
Hari 6 habis 18.140 yen
Hari 7 habis 53. 120 yen
Hari 8 cuma 800 yen
Hari 9 habis 53, 120 yen
Hari 10 habis 1.920 yen
dan buat pulang, gue ngabisin duit 77.611 yen
Total pengeluaran gue 417.916 yen..

Wow..
Mahal yaa..
Mungkin gue harus kerja yang cukup layak dulu buat kesana, atau kalo mau berusaha lebih, kita bisa dapet beasiswa gratis buat belajar disana. Tapi gimanapun juga, gue bakal terus keep fighting buat bisa mewujudkan impian gue ini..
Dengan sedikit kerja keras, dan dibantu doa, gue yakin kita semua pasti bisa ngeraih apa yang kita impikan..

THERE IS A WILL, THERE IS A WAY

^^

Note :
tulisan ini memang hanya khayalan semata, namun semua keterangan tempat, harga, dan lain sebagainya adalah benar adanya

sumber :
sebenernya cuma ada beberapa sumber yang gue pake dan sumber itu dah mencakup semuanya, selebihnya udah gue tulis di bagian akhir beberapa paragraf (soalnya itu sumber khusus)

http://www.jorudan.co.jp/english
http://www.japan-guide.com/
http://www.wikipedia.com

www.usj.co.jp/e/
http://www.tokyodisneyresort.co.jp/en/tdl/index.html
www.japaneselifestyle.com.au

6 komentar:

  1. wow nov!! amazing banget pengeluaranmu!! wkwkwk..
    tapi keren kokz..

    d^^b

    BalasHapus
  2. wow, thank for the information.. why you don't selling these cookies in Indonesia?? I guess, people here would be like it so much..

    BalasHapus
  3. Wowww.... Salut dengan rencananya walaupun cuma khayalan.
    Traveler belum tentu juga bisa bikin itinerary seperti ini.

    Thank you for sharing dan semoga segera ketemu jin Djarum 76 ya..
    Good luck...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Terima kasih.. ^^
      Travel blognya Lau Nua Beng juga bagus kok.. Walaupun baru gabung di blogger, tapi tulisannya juga informatif sekali..
      Kalau ada informasi soal traveling lainnya share juga yah.. ^^

      Hapus
  4. gilaaaaaa......seru2 bacanya ampe bilang dalam hati *busyet...nie anak tajir banget!!!! ngabisin 417.916 yen dalam waktu 10 hari!!!!*eh...ternyataaaaaaaaaa khayalan!!!!! wkwkwkwkw

    well done!!! :)

    BalasHapus
  5. @tiwi

    hehehehe..
    kan pas part 1 udah dikasih tahu, kalo m'misal' ketemu jin djarum 76, mau minta duit buat dibpake keliling Jepang..
    hehehe..
    jadinya ya banyak duit..

    thanks for read yah..
    hehehe..

    BalasHapus