Kamis, 20 Desember 2012

「ユウキ」の言葉

あのね、聞いたのか?


一年の価値より理解するには落第した大学生にを話しを聞事いいんでしょ。

一カ月の価値より理解するには未熟児を生んだ母親にを話しを聞事いいんでしょ。

一週間の価値より理解するには週間新聞の編集者にを聞事いいんでしょ。

一時間の価値より理解するには待ち合うをしている恋人たちにを聞事いいんでしょ。

Minggu, 09 Desember 2012

Catatan Akhir Tahun 2012



*backsound* Ayumi Hamazaki – Dearest

Udah lama banget. Bener2 lama banget ga pernah coret2 disini lagi. Kalo lihat list, terakhir kali nulis disini awal tahun (Januari) dan itu gara2 tugas bikin travel blog. Hehehehe..

ただいま

Hissasiburi~~~

Disini, aku bener2 mau ceritain apa aja yang udah aku alamin di tahun 2012 ini.

Banyak hal yang terjadi dan bener2 bikin hidupku kayak roalercoaster. Naik turun. Tapi di tahun ini juga aku belajar. Aku bener2 belajar dari hidupku sendiri.
Puncak masa suram hidupku di tahun ini dimulai pada pertengahan tahun. dimana aku bener2 ngalamin banyak cobaan. Dan depresi bener2 aku alamin waktu itu. Ga ada yang aku kambinghitamkan atas berantakannya hidupku waktu itu. Karna memang itu semua berjalan bebarengan.
Hal pertama yang bikin aku depresi adalah masalah kampus. Di tahun kedua aku jadi mahasiswa disini, aku mulai menemukan karakter2 masing2 individu disini. Dan tanpa aku sadari, banyak kebusukan yang disimpan.
Kadang2 aku penasaran, kenapa mereka ngelakuin hal yang memuakkan seperti itu???
Dibalik wajah polos dan sikap bak malaikat itu, ternyata dibaliknya dia menyimpan racun dan pedang yang siap untuk menghunus jantung.
Mungkin aku bukan paranormal atau seorang yang suspect yang bisa tahu kebusukan orang lain. Tapi entah kenapa, aku merasakan kemuakkan tiap bersamanya. Kata2 yang orang lain anggap adalah kata2 bijak yang meneduhkan hati, tapi buatku itu terdengar seperti rayuan dan kemunafikan. Tapi no one believe me.
Sampai suatu saat mereka tahu sendiri kebusukan apa yang sudah dia buat. Dan mereka harus mengakui aku benar.
Kadang2 aku berfikir, benar apa yang dikatakan seseorang terhadapku.

“Lihat, mereka tidak akan pernah mendengarkan kata2 dari orang2 seperti kita. Yang dari penampilan, kita terlihat seperti preman yang ketika bicara selalu blak2an tapi jujur. Mereka hanya mempercayai kata2 dari orang2 yang berpenampilan santun terlihat lemah dengan kata2 bijak tapi didalamnya menyimpan banyak kebusukan.”

Senin, 09 Januari 2012

Jepang Oh Jepang Andai Ku Bisa Menggapaimu [Part 2]

***
Hari keenam, gue lanjutin perjalanan. Masih di Kyoto, kali ini gue mau ge Kinkakuji. Sama dengan Ginkakuji, cuma paviliun satu ini dilapisi emas pada bagian luarnya. Jadi bisa dilihat, warnanya mengkilap banget.
Dari Gion, gue menuju ke Stasiun Bis Sanjo Heian, kemudian naik bis nomor 12 dengan membayar 220 yen dan turun di halte Kinkakuji. Sampai Kinkakuji gue harus jalan ke loket tiket. (http://www.ieice.org/emc09/kyoto/tourist_guidebook.pdf)
Kinkakuji Temple
Tempat ini buka dari jam 09.00-17.00 dan harga tiket masuknya 400 yen. Bangunan paviliun ini dibangun dengan tiga lantai. Lantai pertama dibangun menggunakan gaya Shinden yang biasanya digunakan pada istana2 pada periode Heian dengan eksterior berupa pilar2 yang terbuat dari kayu serta kontras dengan dinding putuh. Kemudian di bangunan kedua di atasnya, gaya yang dipakai adalah Bukke yang biasanya digunakan untuk residen Samurai dengan eksterior luar berlapis emas. Kemudian bangunan paling atas, yaitu bangunan ketiga dibangun menggunakan gaya Chinese Zen Hall dengan eksterior berlapis emas dan ada patung Phoenix di atas atapnya yang juga berlapis emas.
Setelah keliling disini, gue pengen nyobain ke rental kimono terdekat di paviliun ini.  Ada sih rental deket sini, namanya Ume Sakura Kimono Rental. Tapi setelah gue nyari2 petunjuk, ternyata rental Kimono itu mahalnya bikin leher kecekek. Masa 1 set kimono aja yang paling murah sekitar 21.000 yen. Jadi gue memutuskan ga jadi. Mending buat makan wagyu aja kali.

Jepang Oh Jepang Andai Ku Bisa Menggapaimu [Part 1]


Hola bloger semua..

Udah lama ga pernah ngeblog. Sumpah kangeeeennn banget..


*Backsound*  Kelly Clarckson - Breakway


Anyway, ga kerasa banget gue udah melalui lika liku jadi mahasiswa selama 2 tahun (lagaknya aja ga kerasa, padahal ya kerasa banget). Dan gue ngerasa hidup gue selama disini standar2 aja gitu. Nothing special.
Beberapa waktu yang lalu, dosen gue sempet ngasih pertanyaan ke semua mahasiswa di kelas.

“Apa sebenarnya target kalian selama menjadi mahasiswa disini? Apa impian yang ingin kalian capai?”