Sabtu, 11 September 2010

When Mars and Venus Made a Relationship

Malam ini, sambil dengerin lagunya Adhitia Sofyan – Adelaide Sky dan ditemani sekaleng kopi serta alunan desir angin pantai yang bergemuruh. Aku pengen cerita neh ...

Pernah lihat film ‘From Bandung with Love’? atau serial drama Jepang ‘Itazura na Kiss’ ?
Dua kisah cinta yang sama2 menceritakan tentang betapa susah dan sedihnya ketika kamu mencintai seseorang, tapi tidak ada timbal balik dari orang tersebut.

Bedanya, yang satu sudah ada komitmen untuk berpacaran dan berakhir dengan sad ending. Sedangkan yang satunya, masih dalam proses mengejar cinta sang pujaan hati dan berakhir dengan happy ending.

Rabu, 01 September 2010

When Neptunus Give Some Miracles

Adalah mutlak sifat yang dimiliki manusia ketika mereka sedang terpuruk atau jatuh, mereka akan merasa putus asa. Atau bahkan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada mereka. Dengan mudahnya mereka menjudge Tuhan tidak sayang dan peduli dengan mereka. Bodohnya mereka yang berpikir seperti itu. Mereka tidak sadar, betapa Tuhan amat sangat sayang pada semua umatnya. Cobaan yang diberikan itulah tandanya. Cobaan itu bukan tanda ketidaksayangan Tuhan pada kita. Cobaan itu diberikan pada kita, karena Tuhan ingin kita menjadi orang yang kuat, sabar, menjalani kehidupan ini. Dan juga tidak pernah lupa untuk berhenti bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan padanya.

Ketika kamu meminta kepada Tuhan keberanian, Tuhan akan memberimu ketakutan. Ketika kamu meminta pada Tuhan kekuatan, Tuhan akan memberimu cobaan. Dan ketika kamu meminta pada Tuhan cinta, Tuhan akan memberimu orang-orang yang membutuhkanmu. Bukan karena Tuhan tidak sayang kepadamu. Dengan ketakutan, kamu akan jadi lebih berani. Dengan cobaan, kamu akan menjadi lebih kuat. Dan dengan adanya orang-orang yang membutuhkan bantuanmu, maka kamu akan dipenuhi cinta orang-orang itu.

Rabu, 18 Agustus 2010

Dua Hati, Dua Dunia, Satu Cinta

Inget satu judul film Indonesia yang lagi nangkring di bioskop2 lokal. Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta. Cerita tentang dua orang yang lagi jatuh cinta. Tapi mereka lahir dari 2 keyakinan yang berbeda. Sang cewek adalah seorang kristian yang taat. Sdangkan sang cowok adalah anak dari seorang kiayi yang terhormat. Singkat cerita, cinta mereka terhalang oleh keluarga mereka masing2 yang lebih mengutamakan keyakinan mereka masng2. Sedangkan mereka sendiri, cukup bahagia dan saling toleransi dengan perbedaan yang mereka miliki.

Kadang aku mikir, apakah sebuah keyakinan yang berbeda itu harus menghalangi CINTA seseorang, atau dalam hal ini 2 orang? Lalu, untuk apa kita belajar toleransi dalam hidup? Jika mereka yang menjalani kehidupan itu bisa bahagia dengan perbedaan yang mereka miliki, dan mereka bisa menciptakan kerukunan, apakah kedua orang itu tetap tidak boleh dipersatukan? Apakah mereka harus menemukan seseorang yang memiliki persamaan dengan dirinya, tapi mereka harus berpura-pura bahagia untuk itu? Bukankah hidup ini penuh dengan perbedaan? Tapi Tuhan menciptakan perbedaan itu bukan untuk dipisah-pisahkan tapi untuk saling melengkapi bukan?

Happy ?

Bahagia...
Happiness..
Apa arti bahagia sebenarnya ??

Apakah ketika kamu sudah menjadi seorang siswa yang mempunyai nilai tertinggi di kotamu dalam rangka Ujian Nasional ?

Apakah ketika kamu sudah bisa mendapatkan jabatan penting dalam pekerjaanmu setelah sekian lama hanya duduk dalam posisi juru ketik ?

Oh, SNMPTN !!!

Hari ini, harusnya jadi hari yang penuh deg-degan buat aku dan seluruh umat remaja yang ada di Indonesia. Karena apa? Ya, karena hari ini adalah hari pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Setelah melewati bukit dan melintasi lembah soal2 kampr*t yang naudzubillah suuuusssaaahnya minta ampun, kami hanya bisa pasrah berserah diri pada panitia pengoreksi. Seluruh umat manusia yang ada, amat sangat menantikan hari ini. Khususnya mereka yang belum dapat cadangan kuliah. Tapi, berhubung (alhamdulillah) aku udah diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Mungkin ga seberapa deg-degan. Ya, aku sih cuma bisa berdoa, mudah-mudahan aku masuk jurusan yang udah lama aku impiin. Tapi, ga masuk, ga masalah sih.
Sialnya, udah terhitung 2 hari aku sakit. Cuma demam & flu doank sih (eh, sakit ga boleh dibilang doank ding. Hehehe). Jadi aku ga bisa kemana-mana. Untungnya, pas hari pengimuman, aku udah mendingan.

Rabu, 31 Maret 2010

Sepenggal Kisah Dengan "Kamu"

Harus kuakui. Ketika pertama kulihat dirimu tak ada sesuatu yang spesial yang kiranya terpancar di rupamu. Tak ada satupun hal hebat yang tersirat pada tingkahmu. Kamu adalah makhluk sederhana yang selalu bertingkah jujur apa adanya yang pernah kutemui.
Kamu bukanlah makhluk rupawan yang dipuja banyak orang. Atau superhero yang dihormati semua orang. Kamu hanya lelaki biasa yang cukup disegani banyak orang. Tapi kamu adalah lelaki yang entah kenapa membuat hatiku sedikit demi sedikit mulai bergetar ketika kamu tersenyum, bicara, atau sedang bercanda menggoda teman-temanmu.

Aku Benci

Aku Benci Kamu !

Kenapa kamu datang di hidupku.
Kenapa kamu selalu ada di hariku.
Kenapa kamu selalu ada tiap aku senang, sedih, marah, atau bingung.

Aku benci karena kamu selalu ada pada saat yang tepat !


Kamu menjadi orang pertama yang tahu ketika aku sakit.
Kamu menjadi orang pertama yang selalu mengulurkan tangan, ketika aku tengah kesepian.
Kamu pun menjadi orang pertama yang ikut bahagia ketika aku pun bahagia.

Kenapa kamu tak melakukannya sedari dulu saja !
Saat aku teramat ingin memilikimu.
Kenapa harus sekarang ?
Kenapa harus saat ini, ketika aku sudah menjatuhkan hatiku pada yang lain.

Dulu memang pernah ada satu tempat dihatiku untukmu. Tapi kenyataannya tak pernah ada tempat untukku dihatimu.
Kini, setelah tempat dihatiku telah terisi oleh yang lain. Kenapa kamu tiba-tiba datang lagi dihadapanku? Kamu datang disaat yang tepat ketika aku tengah membutuhkan seseorang untuk mendengarkanku.
Aku bahagia sekaligus sedih ketika harus bertemu denganmu. Aku takut, perasaan itu kembali. Aku takut mengkhianati Dia.

Aku Benci Diriku yang terus memikirkanmu !!

Minggu, 14 Februari 2010

Cukup Kamu Di Hatiku Selamanya

** Cukup Kamu Tak Perlu Bintang Jatuh **

Ada banyak bintang di langit, semuanya bersinar, semuanya terang ...
Tapi cuma ada satu yang paling benderang, setidaknya menurut kata hatiku ...
Dan itu kamu, bukan dia atau mereka ...
Kamu, benar kamu ...
Kamu yang sempurna dalam kesederhanaanmu, yang selalu bikin aku nyaman di dekatmu tanpa harus menjadi orang lain, cukup menjadi diriku sendiri sebagaimana adanya tanpa perlu pura-pura agar kamu betah di sampingku ...

Senin, 01 Februari 2010

Mimpi

Akhir-akhir ini, aku semakin percaya dengan mimpi. Dan selalu ingin hidup selamanya di dunia itu.
Kata orang, lebih baik hidup di dunia nyata daripada di dunia mimpi. Walaupun kenyataan itu perih, tapi itu nyata, dan kita alami. Dan kita bisa memperbaikinya. Sedangkan, dunia mimpi itu memang indah. Tapi dunia itu hanya sementara. Indah tapi singkat. Dan ketika kamu terjaga nanti, kamu akan merasa sangat sedih. Karena semua kebahagiaan itu hanya bayanganmu saja. Hanya mimpi.
Buat apa kita selamanya hidup dalam dunia nyata yang menyakitkan itu? Buat apa kita harus mengalami keperihan itu? Bila dunia mimpi itu lebih indah? Kenapa tidak memilih untuk hidup disana saja? Kenapa harus memilih hidup di dunia yang menyakitkan itu?
Aku selalu berharap, aku bisa selamanya ada di dunia yang sementara itu. Berharap hidup disana dan tidak akan pernah terbangun lagi.
Aku suka berkhayal. Berimajinasi tentang hidup. Merencanakan dan membayangkan apa yang akan aku lakukan pada hidupku. Berkhayal tentang segalanya. Cita-cita, impian, cinta, keluarga, dan lain sebagainya. Segalanya yang tidak pernah bisa aku realisasikan di kehidupan nyata.
TUKANG BERKHAYAL…. Ya, itulah aku. Aku bahagia dengan semua khayalanku. Walaupun aku tahu, hidup yang kujalani tidak pernah sebahagia itu.
Kata orang, jadikan mimpimu sebagai kenyataan. Tuangkan khayalanmu diatas lembar-lembar perjalanan hidupmu.
Tapi, mimpi-mimpiku terlalu sempurna. Terlalu hebat untuk aku tuangkan dalam lembar-lembar kehidupanku. Paduan warnanya terlalu indah untuk digambarkan dalam kanvas kehidupanku. Dan alur ceritanya terlalu rumit untuk didongengkan sekalipun.
Setiap kali aku tidur, aku selalu memulai dengan merangkai cerita apa yang akan aku buat kali ini. Ada kalanya, aku berharap tidak pernah terjaga.
Tapi waktu itu seperti pedang yang ujungnya sengaja dihunuskan tepat di ulu hatiku. Terlalu tajam.
Detakan jam tiap detiknya seperti lonceng yang sengaja dibunyikan tepat di depan lubang telingaku. Terlalu nyaring.
Aku tidak mampu menghentikannya walaupun untuk sejenak. Atau paling tidak membuanya berjalan lambat.
Aku terpaksa harus terjaga dari mimpi indahku. Tersadar dari khayalanku. Dan menghentikan sejenak imajinasiku. Memakai kembali topengku dan mulai menjalani rutinitas realita yang memuakkan. Menunggu malam kembali datang hingga aku bisa bercumbu kembali dengan mimpi-mimpi yang selalu menungguku tanpa kenal lelah atau punya batas kesabaran. Membuka kembali topeng yang selalu kupakai dalam segala rutinitas yang benama realita itu.
Tapi mungkin Tuhan masih belum mengijinkanku untuk tinggal di dunia yang serba sempurna nan indah itu. Aku masih dibutuhkan di dunia yang bernama realita ini. Aku percaya semua rencana Tuhan padaku. Pada akhirnya nanti semua akan berakhir dengan indah.
Untuk sekarang, aku harus cukup puas dengan apa yang aku jalani sekarang……

Sabtu, 30 Januari 2010

Masa SMA

Pfiuh, ga kerasa yah udah kelas 3 SMA. Padahal, kemaren baru aja kau ngeabayangin pengen jadi anak SMA. Bener kata pepatah Time is Knife. Rasanya baru kemaren aku sibuk nyiapin ini itu buat masuk SMA. Sekarang aku malah sibuk ngurusin ini itu buat keluar dari SMA. Hehehe . . . .
Apa yah critaku di sekolah ini ??
Hmm….
Banyak banget.
Mulai dari awal. Aku masuk SMA sebagai siswa kelas X. aksi sosialisasi besar-besar yang aku lakukan. Jadi cewek paling gokil di kelas, dan selalu jadi bahan buat becandaan temen-temen? No Problemo! Seneng banget malah. Jadi cewek yang paling akrab sama guru dan temen cowok juga hal yang paling seru buatku. Masa-masa bahagia deh pokoknya yang aku lakukan bareng keluarga baruku. Dan satu keluarga baru lagi buatku, Pramuka. Temen-temen pramuka yang seru-seru, gokil-gokil. Pokoknya bahagia banget.
Kisah yang aku suka juga pas rekreasi kelas X. Itulah pertama kalinya aku dipercaya menjadi seorang Ketua Panitia. Wow, tantangan banget. Sibuk memang, tapi menyenangkan. Dan yang paling membahagiakan adalah, semua usahaku itu, tidak sia-sia. Sukses. Ga ada komplen dari temen-temen ataupun wali kelas. Hahahaha…. Seneng banget.
Sehari semalam bareng temen-temen, liburan plus nginep di villa di Malang. Have fun. Bisa foto-foto bareng, belanja bareng, seneng-seneng bareng, pokoknya seru. Huahhh… best moment deh…
Beranjak ke kelas XI. Entah kenapa, disini aku justru jadi asing sama diriku sendiri dan lingkunganku. Aku malah lebih banyak diem. Aku ga kenal sama driku sendiri. Mungkin itu efek dari masalahku dengan hatiku. Semua nilai-nilaiku jatuh. Banyak yang kecewa sama aku. Aku juga sering bikin masalah. Tapi justru disini, di masa ini aku mulai belajar menuju kedewasaanku. Hal-hal yang ga pernah kebayang sebelumnya justru terjadi di depan mataku. Dan menimpa orang-orang di sekelilingku. Harus lihat sendiri atau dengerin curhat masalah-masalah temenku yang ga pernah bisa aku bayangin sebelumnya betapa beratnya masalah itu. Pernah sau kali, aku sendiri yang harus stress akibat masalah-masalah yang aku denger atau aku lihat itu. Sampai aku harus ikutan jatuh sakit. Disini juga aku mulai lihat keanehan yang ada di badanku. Aku ga pernah tau, apa yang salah dengan tubuh ini. Tiap kali, aku merasa kesakitan yang sama. Dan selalu di tempat yang sama. Sepertinya kata “sehat” sudah sangat jauh dengan aku. Tapi aku ga pernah mau peduli. Anggep aja ga ada yang salah. Beres kan?!
Tapi, di kelas ini pun aku menemui tantangan-tantangan baru dalam hidupku. Melihat berbagai karakter di sekitarku, membuat aku semakin dewasa, bisa belajar banyak hal, dan bisa memilah mana yang terbaik buatku, dan mana yang tidak. Disini, aku juga menemukan keluarga baru. REG (spasi) GAZEBO. Keren kan namanya? Republik Areg Sewelas Ipa Siji Ga Zepiro’o Sombong. Nama ini diciptakan, karena atas dasar ilham yang diberikan kepada kami oleh wali kelas kami sendiri.
Yah, maklumlah. Di kelas XI IPA pada saat itu, ada semacam pembedaan otak antar kelas. Dimana, ada kelas unggulan dan regular. Dan nasibnya, kelas kami berada pada kasta kelas regular. Tapi, banyak guru yang sering membicarakan kelas kami. Katanya, kelas kami adalah kelas yang paling nakal lah, paling rame lah, paling malas lah, dan yang terburuk adalah, kelasa kami dianggap sebagai kelas IPA TITIPAN. Maksudnya, anak-anak yang sebenarnya tidak cocok untuk menempati kasta IPA, tapi tetap maksain di untuk masuk di alam ini (oalah, aku aja malah kebalikan. Pengennya ga masuk IPA, tapi malah kesasar disini). Terimalah nasib. Tapi, yang paling bikin telinga kami panas, ya kalo wali kelas kami sudah mulai nyangkut-nyangkut masalah itu. Jadilah kami meluapkan emosi dengan berkata, “Wah, Pak. Karena kami adalah golongan orang-orang baik yang tidak sombong, makanya kami tidak ingin menunjukkan kekuatan kami sebenarnya.” (yeah, itu bulshit banget emank) hahahaha …Jadilah REG (spasi) GAZEBO disahkan sebagai julukan untuk kelas kami pada saat 17an. Hehehe…
Eh, tapi siapa bilang anak-anak Gazebo itu anak-anak bandel? Salah lagi. Justru disini itu, kumpulan orang-orang yang berasal dari berbagai macam Kasta, Planet, Dunia, dan Generasi. Ada kapten Basket, Wakil Ketua OSIS (soalnya, ketua OSISnya dijabat anak kelas X), Pradana Pramuka, Juara bertahan Olimpiade, Kapten Cheerleader, Master of English, yang punya jalanan di Sidoarjo, Cewek paling popular, Raja Mesin, tukang gokil & jail, dan masih bayak lagi rakyat Gazebo yang bermacam-macam bentuk dan karakter. Sapa bilang kita ga kompak? Salah lagi. Kita tuh kompak banget. Kompak ramenya, kompak jayusnya, kompak bandelnya, kompak pinternya, kompak kerjasamanya (apalagi pas ulangan), kompak juga aksi contek-menyonteknya. Hehehe…
Yah… inilah keluargku. Dan hal yang paling aku suka adalah saat-saat terindah dan berkesan pada saat di Bali. Cihui… Bali Holde… moment yang paling kami tunggu. Walau dihiasi dengan berbagai macam halang rintang dan pengorbanan, tapi jadi juga kami ke Bali. Liburan lagi… hepy hepy… seneng-seneng deh disana (kalo inget, jadi pengen kesana lagi T.T). Cerita apa aja di Bali? Banyak. Tapi tidak untuk diceritakan. Tidak disini. Terlalu public. Ada kalanya, kenangan manis itu, kita simpan sendiri untuk kita kenang sendiri. Tanpa harus dibagikan kepada orang lain. Cerita singkat di kelas XI yang indah buatku.
Hey, aku lupa. Di masa ini juga aku tertantang untuk memimpin sebuah organisasi. Tapi masa kepemimpinaku ga semulus yang aku bayangin. Karna basicnya, masaku pada saat itu adalah masa-masa evolusi. Dimana aku dan teman-temanku harus berusaha keras untuk merubah tradisi lama menuju tradisi baru yang lebih baik dan bener sesuai aturan. Mengubah tradisi itu ga semudah yang dibayangin. Ada kalanya, kita harus dimusuhi sama senior, harus selalu adu mulut dengan mereka ataupun pihak sekolah, harus tetap bisa menjadi pemimpin yang dihargai dan berwibawa, bisa bawa temen-temen dan para junior, bisa ngajarin sesuatu yang baik, jadi panutan yang baim buat semua (sementara jadi panutan buat diri sendiri aja harus dipertanyakan), dan puncak masalah yang paling berat adalah pada saat detik-detik kami harus mengeluarkan salah satu ‘nenek moyang’ kami dengan cara yang benar-benar tidak terhormat. Dan itu merupakan aib terbesar yang pernah ditorehkan dalam sejarah organisasi kami. Tapi aku selalu bersyukur, orang-orang disekelilingku sangat peduli denganku. Mereka selalu memberikan semangat dan dukungan. Hingga aku bisa untuk menghadapinya. Mereka keluarga ketiga untukku…..
Dan ga pernah ada cerita SMA yang ga diwarnai dengan kisah cinta.... hahaha…
Hmm… kisah cintaku yah ??
Just one word ….
Rumit…
Aku ga pernah bayangin akan jatuh cinta pada seseorang sebelumnya. Tapi sayangnya, cinta itu tidak bertahan lama, tanpa ikatan, tanpa pernah ketemu, penuh kebohongan, dan yang paling aku sesali adalah “aku bukan aku”. Aku harus jadi orang lain. Coba pikirkan. Apa yang akan kalian banggakan ketika kalian mencintai seseorang yang tidak pernah mengenal ataupun tahu kamu??? Bisa dekat dengannya, selalu menjadi dewi malam untuknya, dan menjadi embun pagi baginya. Seseorang yang selalu ada di setiap harinya, selalu manjadi orang pertama yang tahu segala sesuatu darinya, selalu ada ketika dia bahagia ataupun sedih, kamu adalah orang yang selalu didambakan oleh orang yang kamu cintai tiap waktunya. Tapi ternyata semua itu bukan dirimu sendiri. Kamu harus jadi orang lain agar bisa seperti itu. Kamu bukanlah Dewi Malamnya ataupun Embun Paginya. Tapi orang lainlah yang menjadi semua itu. Percuma bukan ??????
Buat apa??
Akhirnya aku memutuskan untuk lepas dari semua itu. Aku harus membunuh satu karakter yang selama setahun lebih harus selalu aku perankan.
Memang sulit di awal. Tapi aku harus nyeleseiin semuanya. Atau akan ada penyesalan besar. Tapi aku mulai merasa, apa yang aku lakukan sudah amat sangat tepat. Justru setelah itu, aku jadi akrab banget sama dia. Dan kali ini, dia benar-benar mengenal AKU. Aku sendiri. Bukan orang lain itu lagi. Itulah hikmahnya.
Saat ini, masaku berada pada masa senior para siswa. Jadi tetua siswa. Hehehe…
Belum banyak cerita dimasa ini. Belum ada chemistry nya sih. Palingan cume ketemu temen-temen lama. Dan yang paling lama. 6 tahun sekelas. Dan dia tetep jadi cewek terPede yang pernah kukenal. Ga pernah menyerah untuk mencari Pelabuhan Hatinya. Salut deh sama kamu Sob… tetep semangat yah…
Banyak kenangan yang ga akan pernah lupakan. Satu-satunya masa SMA yang aku laluin. Dan akan banyak lagi cerita yang akan aku ukir di hidupku ini…
Seperti biasa, selalu ada 1 lagu yang mampu menggambarkan setiap ceritaku…

Lembayung Bali

Saras Dewi

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari…
Betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas merangkai mengulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yng t’lah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh, Cinta…
Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa…
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawaku
Semarak dan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengalir di cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan terpaan
Semangatmu itu
Oh, jingga…
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh, Mimpi…
Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung suryamu


Di Lembayung Bali…