Ada banyak bintang di langit, semuanya bersinar, semuanya terang ...
Tapi cuma ada satu yang paling benderang, setidaknya menurut kata hatiku ...
Dan itu kamu, bukan dia atau mereka ...
Kamu, benar kamu ...
Kamu yang sempurna dalam kesederhanaanmu, yang selalu bikin aku nyaman di dekatmu tanpa harus menjadi orang lain, cukup menjadi diriku sendiri sebagaimana adanya tanpa perlu pura-pura agar kamu betah di sampingku ...
Kamu, benar kamu ...
Kamu yang selalu tersenyum manis dan meneduhkan bahkan saat hatimu terkoyak dan ingin berteriak, karena kamu mengerti bahwa tulusnya senyummu mampu meredam amarahmu dan menentramkan jiwaku ...
Kamu, benar kamu ...
Kamu yang romantis tanpa sebukat mawar merah, sekotak coklat atau sebait puisi cinta. Tapi kamu yang menunjukkan sikap mengayomi, melindungi dan menyayangi, meski bukan pahlawan setidaknya kamu bukan pecundang ...
Kamu, benar kamu ...
Kamu yang menggandengku dengan mantap, berjalan di depanku, membimbingku dengan sabar, namun juga selalu punya waktu untuk berjalan beriringan, saling berbagi cerita, bertukar pengalaman dan beradu pendapat ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang ga selalu rajin ngapel tiap malem minggu, nelpon tiap hari, SMS tiap menit atau ngucapin katasayang tiap detik, tapi kamu selalu mengingatku dalam setiap langkahmu, selalu menyebut namaku dalam doamu dan ada di daftar orang terkasihmu ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang menyadari dan meyakinkanku bahwa di antara kita ga ada yang sempurna, tapi kebersamaan akan membuat segalanya terasa istimewa, lengkap tanpa celah dan selaras jika ada kombinasi yang apik antara kamu dan aku, hanya aku ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang selalu memayungkan jaketmu saat aku kehujanan, kedinginan dan ga ngebiarin hal buruk menimpaku. Kamu yang menjadi orang pertama setelah keluargaku yang khawatir kalau aku sakit atau terjadi apa-apa sama aku ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang ga sekedar mengucapkan kata-kata penghiburan saat aku sedih, tapi juga mengusap air mataku dan membiarkanku bersandar di pundakmu atau bahkan jatuh ke dalam peluk hangat tubuhmu, menghambur di dadamu dan menenangkanku dalam diam ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang bukan malaikat, yang selalu benar tanpa dosa dan salah, tapi manusia biasa yang punya khilaf. Tapi kamu selalu berusaha berbenah demi kebaikanmu dan berusaha menjadi imam dan teladan yang baik buatku ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang ga pernah menganggap duniaku dan duniamu berbeda, karena kamu yakin ga ada lagi duniamu atau duniaku, yang ada hanyalah dunia kita. Berdua bersama menjadikannya penuh warna dengan tinta ceria ...
Kamu, benar kamu…
Kamu yang kuyakini raga tempat rusukku berasal dan percaya bahwa aku sebiji belulangmu yang hilang saat diciptakan Tuhan. Kamu yang mengimani bahwa akulah Hawa yang Tuhan kirim untuk menemanimu di dunia, sampai tiba masanya ...
Kamu, benar kamu…
Tetaplah disana, di peraduanmu ... tak perlu jadi bintang jatuh ...
Tetaplah di singgasanamu, di atas langit ...
Dan aku yakin kamu tahu, hatiku yang telah kamu menangkan ...
Meski sinarmu lenyap saat fajar menyapa, aku tahu telah kamu titipkan salam sayangmu untukku pada surya ...
Aku juga menyayangimu, bukan dengan kata, namun dengan rasa ...
Karena baik kamu maupun aku sama-sama mengerti, tak setiap hal bisa terucap oleh lidah ...
Dan yang terlihat, tak berarti tak ada...
- - PhieRda - -
* * *
Hari ini, aku mendapat satu pelajaran baru tentang CINTA ...
Setelah aku baca satu karya temanku, aku mulai sedikit demi sedikit memahami makna CINTA sebenarnya ...
Kata demi kata dalam tulisannya mampu membuat hatiku terenyuh ...
Kalimat demi kalimat, membuat dadaku bergetar ...
Dan bait demi bait, sanggup membuat aku mencoba memahami ulang, apa sesungguhnya arti Cinta sebenarnya ...
Hingga tak terasa, air mata yang telah lama belum pernah tumpah, sejak janjiku untuk tak akan pernah menumpahkannya hanya karena Cinta pun akhirnya leleh di permukaan pipiku ...
Sekarang aku baru mengerti, Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang, tapi bagaimana seseorang itu bisa menjadi dirinya sendiri karena adanya Cinta ...
* * *
Untuk kamu yang ada disana ...
Aku memang bukan wanita yang sempurna ...
Cintaku pun tak sempurna ...
Tapi Cinta yang kubawa tulus dari hati …
Aku menyayangimu dengan segenap perasaan yang ada di dalam hatiku …
Tak ada yang dapat kuberikan padamu selain ketulusanku ...
Aku menyayangimu dengan rasa, bukan dengan kata ...
Aku menyayangimu dengan hati, bukan dengan lidah ...
Aku menyayangi segala kesederhanaanmu, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada di dirimu ...
Aku tak pernah mengharapkan apa-apa darimu, selain kasih sayang, cinta, dan perhatianmu ...
Aku menyayangimu atas Nama Tuhan yang mengiringiku...
Untuk kamu yang telah memenangkan hatiku ...
You’ve made me loved again after a long, long while...
Tepatnya sejak aku mengenal Cinta …
And I’m glad that it’s you …
Kemarin, kamu memang bukan kenangan yang pertama untukku ...
Tapi, sekarang kamu adalah kenyataan yang kumiliki ...
Dan esok aku berdoa, kamu akan menjadi yang terakhir untuk masa depanku ...
Kata seorang teman,
”Semua yang ada di dunia ini hanya titipan Tuhan. Sekarang Tuhan sedang menitipkan Dia ke kamu sebagai kekasihmu. Jaga Dia baik-baik. Siapa tahu, suatu saat Tuhan akan menitipkan Dia sebagai Imam dalam keluargamu.”
Untuk kamu yang sederhana ...
Aku tahu, aku dan kamu sama-sama tak sempurna …
Cinta kita pun tak pernah sempurna ...
Karena kesempurnaan itu, tak akan pernah kita miliki …
Tapi aku yakin, paduan antara keduanya akan membuat sesuatu yang tidak sempurna itu menjadi lebih indah …
Untuk kamu yang selalu membuat aku tertawa ...
Maaf ya, kalau aku aku sering merepotkan ...
Sering membuatmu kesal ...
Atau bahkan marah ...
Tapi inilah aku, hanya wanita biasa yang tak pernah luput dari salah ...
Untuk kamu yang sederhana ...
Bila aku jadi air matamu, maka aku akan jatuh di pipimu dan tenggelam di bibirmu …
Namun, jika kamu jadi air mataku, aku tidak akan pernah mau menangis...
Karena, aku tak ingin kamu jatuh dan hilang karena tepisan tanganku ...
God know since when you’re in my heart. Since I’m there you’ve been with me …
I promise, you’re the only one in my heart till eternity …
Cukup kamu, di hatiku selamanya …
Cukup kamu, sebagaimana adanya kamu, tanpa harus jadi yang lain ...
Cukup kamu, yang menjadi bagian terindah dari dunia realitaku ...
Dan cukup kamu juga yang hadir di dunia mimpiku ...
Untuk kamu yang akan selamanya di hati ...
Di hari kasih sayang ini, aku hanya bisa memberimu doaku untuk semua kebahagiaanmu ...
Karena bahagiamu, bahagiaku. Senangmu, senangku. Sedihmu, sedihku. Sakitmu, sakitku. Kawanmu, kawanku. Musuhmu, musuhku …
Aku ga pintar ngegombal, merayu, atau merangkai kata-kata indah ...
Tapi aku hanya bisa memberikan perhatian yang tulus dari hati ...
Terima kasih sudah mewarnai hari-hariku dengan tinta ceriamu ...
Terima kasih sudah menggoreskan sebaris tawa di bibirku …
Terima kasih sudah datang di kehidupanku ...
Menjadi bagian dari jiwaku ...
Dan singgah di hatiku ...
Aku berdoa, semoga kamu tidak hanya singgah ...
Tapi tinggal ...
Tapi seandainya pada saat nanti, Tuhan tidak menakdirkan kamu untuk tinggal di hatiku, aku akan melepasmu dengan senyumanku …
Aku akan selalu menyebut namamu di tiap doaku …
Dan aku berdoa, semoga kebahagiaan senantiasa mengelilingimu …
Mars.ku
* * for you, the one who won my heart * *
* * *
Sidoarjo, 14 February 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar