Hari keenam, gue lanjutin perjalanan.
Masih di Kyoto, kali ini gue mau ge Kinkakuji. Sama dengan Ginkakuji, cuma
paviliun satu ini dilapisi emas pada bagian luarnya. Jadi bisa dilihat,
warnanya mengkilap banget.
Dari Gion, gue menuju ke Stasiun Bis
Sanjo Heian, kemudian naik bis nomor 12 dengan membayar 220 yen dan turun di
halte Kinkakuji. Sampai Kinkakuji gue harus jalan ke loket tiket. (http://www.ieice.org/emc09/kyoto/tourist_guidebook.pdf)
![]() |
| Kinkakuji Temple |
Tempat ini buka dari jam 09.00-17.00
dan harga tiket masuknya 400 yen. Bangunan paviliun ini dibangun dengan tiga
lantai. Lantai pertama dibangun menggunakan gaya Shinden yang biasanya
digunakan pada istana2 pada periode Heian dengan eksterior berupa pilar2 yang
terbuat dari kayu serta kontras dengan dinding putuh. Kemudian di bangunan
kedua di atasnya, gaya yang dipakai adalah Bukke yang biasanya digunakan untuk
residen Samurai dengan eksterior luar berlapis emas. Kemudian bangunan paling
atas, yaitu bangunan ketiga dibangun menggunakan gaya Chinese Zen Hall dengan
eksterior berlapis emas dan ada patung Phoenix di atas atapnya yang juga
berlapis emas.
Setelah keliling disini, gue pengen
nyobain ke rental kimono terdekat di paviliun ini. Ada sih rental deket sini, namanya Ume Sakura
Kimono Rental. Tapi setelah gue nyari2 petunjuk, ternyata rental Kimono itu
mahalnya bikin leher kecekek. Masa 1 set kimono aja yang paling murah sekitar
21.000 yen. Jadi gue memutuskan ga jadi. Mending buat makan wagyu aja kali.
