Inget satu judul film Indonesia yang lagi nangkring di bioskop2 lokal. Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta. Cerita tentang dua orang yang lagi jatuh cinta. Tapi mereka lahir dari 2 keyakinan yang berbeda. Sang cewek adalah seorang kristian yang taat. Sdangkan sang cowok adalah anak dari seorang kiayi yang terhormat. Singkat cerita, cinta mereka terhalang oleh keluarga mereka masing2 yang lebih mengutamakan keyakinan mereka masng2. Sedangkan mereka sendiri, cukup bahagia dan saling toleransi dengan perbedaan yang mereka miliki.
Kadang aku mikir, apakah sebuah keyakinan yang berbeda itu harus menghalangi CINTA seseorang, atau dalam hal ini 2 orang? Lalu, untuk apa kita belajar toleransi dalam hidup? Jika mereka yang menjalani kehidupan itu bisa bahagia dengan perbedaan yang mereka miliki, dan mereka bisa menciptakan kerukunan, apakah kedua orang itu tetap tidak boleh dipersatukan? Apakah mereka harus menemukan seseorang yang memiliki persamaan dengan dirinya, tapi mereka harus berpura-pura bahagia untuk itu? Bukankah hidup ini penuh dengan perbedaan? Tapi Tuhan menciptakan perbedaan itu bukan untuk dipisah-pisahkan tapi untuk saling melengkapi bukan?
"Let's dance like no one is praising us. Let's sing like no one is listening us. Let's work like we don't need money for it. Let's love like we've never been hurt before. Let's life like there is no tomorrow". --annonimous--
Rabu, 18 Agustus 2010
Happy ?
Bahagia...
Happiness..
Apa arti bahagia sebenarnya ??
Apakah ketika kamu sudah menjadi seorang siswa yang mempunyai nilai tertinggi di kotamu dalam rangka Ujian Nasional ?
Apakah ketika kamu sudah bisa mendapatkan jabatan penting dalam pekerjaanmu setelah sekian lama hanya duduk dalam posisi juru ketik ?
Happiness..
Apa arti bahagia sebenarnya ??
Apakah ketika kamu sudah menjadi seorang siswa yang mempunyai nilai tertinggi di kotamu dalam rangka Ujian Nasional ?
Apakah ketika kamu sudah bisa mendapatkan jabatan penting dalam pekerjaanmu setelah sekian lama hanya duduk dalam posisi juru ketik ?
Oh, SNMPTN !!!
Hari ini, harusnya jadi hari yang penuh deg-degan buat aku dan seluruh umat remaja yang ada di Indonesia. Karena apa? Ya, karena hari ini adalah hari pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Setelah melewati bukit dan melintasi lembah soal2 kampr*t yang naudzubillah suuuusssaaahnya minta ampun, kami hanya bisa pasrah berserah diri pada panitia pengoreksi. Seluruh umat manusia yang ada, amat sangat menantikan hari ini. Khususnya mereka yang belum dapat cadangan kuliah. Tapi, berhubung (alhamdulillah) aku udah diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Mungkin ga seberapa deg-degan. Ya, aku sih cuma bisa berdoa, mudah-mudahan aku masuk jurusan yang udah lama aku impiin. Tapi, ga masuk, ga masalah sih.
Sialnya, udah terhitung 2 hari aku sakit. Cuma demam & flu doank sih (eh, sakit ga boleh dibilang doank ding. Hehehe). Jadi aku ga bisa kemana-mana. Untungnya, pas hari pengimuman, aku udah mendingan.
Sialnya, udah terhitung 2 hari aku sakit. Cuma demam & flu doank sih (eh, sakit ga boleh dibilang doank ding. Hehehe). Jadi aku ga bisa kemana-mana. Untungnya, pas hari pengimuman, aku udah mendingan.
Langganan:
Komentar (Atom)