Sabtu, 30 Januari 2010

Masa SMA

Pfiuh, ga kerasa yah udah kelas 3 SMA. Padahal, kemaren baru aja kau ngeabayangin pengen jadi anak SMA. Bener kata pepatah Time is Knife. Rasanya baru kemaren aku sibuk nyiapin ini itu buat masuk SMA. Sekarang aku malah sibuk ngurusin ini itu buat keluar dari SMA. Hehehe . . . .
Apa yah critaku di sekolah ini ??
Hmm….
Banyak banget.
Mulai dari awal. Aku masuk SMA sebagai siswa kelas X. aksi sosialisasi besar-besar yang aku lakukan. Jadi cewek paling gokil di kelas, dan selalu jadi bahan buat becandaan temen-temen? No Problemo! Seneng banget malah. Jadi cewek yang paling akrab sama guru dan temen cowok juga hal yang paling seru buatku. Masa-masa bahagia deh pokoknya yang aku lakukan bareng keluarga baruku. Dan satu keluarga baru lagi buatku, Pramuka. Temen-temen pramuka yang seru-seru, gokil-gokil. Pokoknya bahagia banget.
Kisah yang aku suka juga pas rekreasi kelas X. Itulah pertama kalinya aku dipercaya menjadi seorang Ketua Panitia. Wow, tantangan banget. Sibuk memang, tapi menyenangkan. Dan yang paling membahagiakan adalah, semua usahaku itu, tidak sia-sia. Sukses. Ga ada komplen dari temen-temen ataupun wali kelas. Hahahaha…. Seneng banget.
Sehari semalam bareng temen-temen, liburan plus nginep di villa di Malang. Have fun. Bisa foto-foto bareng, belanja bareng, seneng-seneng bareng, pokoknya seru. Huahhh… best moment deh…
Beranjak ke kelas XI. Entah kenapa, disini aku justru jadi asing sama diriku sendiri dan lingkunganku. Aku malah lebih banyak diem. Aku ga kenal sama driku sendiri. Mungkin itu efek dari masalahku dengan hatiku. Semua nilai-nilaiku jatuh. Banyak yang kecewa sama aku. Aku juga sering bikin masalah. Tapi justru disini, di masa ini aku mulai belajar menuju kedewasaanku. Hal-hal yang ga pernah kebayang sebelumnya justru terjadi di depan mataku. Dan menimpa orang-orang di sekelilingku. Harus lihat sendiri atau dengerin curhat masalah-masalah temenku yang ga pernah bisa aku bayangin sebelumnya betapa beratnya masalah itu. Pernah sau kali, aku sendiri yang harus stress akibat masalah-masalah yang aku denger atau aku lihat itu. Sampai aku harus ikutan jatuh sakit. Disini juga aku mulai lihat keanehan yang ada di badanku. Aku ga pernah tau, apa yang salah dengan tubuh ini. Tiap kali, aku merasa kesakitan yang sama. Dan selalu di tempat yang sama. Sepertinya kata “sehat” sudah sangat jauh dengan aku. Tapi aku ga pernah mau peduli. Anggep aja ga ada yang salah. Beres kan?!
Tapi, di kelas ini pun aku menemui tantangan-tantangan baru dalam hidupku. Melihat berbagai karakter di sekitarku, membuat aku semakin dewasa, bisa belajar banyak hal, dan bisa memilah mana yang terbaik buatku, dan mana yang tidak. Disini, aku juga menemukan keluarga baru. REG (spasi) GAZEBO. Keren kan namanya? Republik Areg Sewelas Ipa Siji Ga Zepiro’o Sombong. Nama ini diciptakan, karena atas dasar ilham yang diberikan kepada kami oleh wali kelas kami sendiri.
Yah, maklumlah. Di kelas XI IPA pada saat itu, ada semacam pembedaan otak antar kelas. Dimana, ada kelas unggulan dan regular. Dan nasibnya, kelas kami berada pada kasta kelas regular. Tapi, banyak guru yang sering membicarakan kelas kami. Katanya, kelas kami adalah kelas yang paling nakal lah, paling rame lah, paling malas lah, dan yang terburuk adalah, kelasa kami dianggap sebagai kelas IPA TITIPAN. Maksudnya, anak-anak yang sebenarnya tidak cocok untuk menempati kasta IPA, tapi tetap maksain di untuk masuk di alam ini (oalah, aku aja malah kebalikan. Pengennya ga masuk IPA, tapi malah kesasar disini). Terimalah nasib. Tapi, yang paling bikin telinga kami panas, ya kalo wali kelas kami sudah mulai nyangkut-nyangkut masalah itu. Jadilah kami meluapkan emosi dengan berkata, “Wah, Pak. Karena kami adalah golongan orang-orang baik yang tidak sombong, makanya kami tidak ingin menunjukkan kekuatan kami sebenarnya.” (yeah, itu bulshit banget emank) hahahaha …Jadilah REG (spasi) GAZEBO disahkan sebagai julukan untuk kelas kami pada saat 17an. Hehehe…
Eh, tapi siapa bilang anak-anak Gazebo itu anak-anak bandel? Salah lagi. Justru disini itu, kumpulan orang-orang yang berasal dari berbagai macam Kasta, Planet, Dunia, dan Generasi. Ada kapten Basket, Wakil Ketua OSIS (soalnya, ketua OSISnya dijabat anak kelas X), Pradana Pramuka, Juara bertahan Olimpiade, Kapten Cheerleader, Master of English, yang punya jalanan di Sidoarjo, Cewek paling popular, Raja Mesin, tukang gokil & jail, dan masih bayak lagi rakyat Gazebo yang bermacam-macam bentuk dan karakter. Sapa bilang kita ga kompak? Salah lagi. Kita tuh kompak banget. Kompak ramenya, kompak jayusnya, kompak bandelnya, kompak pinternya, kompak kerjasamanya (apalagi pas ulangan), kompak juga aksi contek-menyonteknya. Hehehe…
Yah… inilah keluargku. Dan hal yang paling aku suka adalah saat-saat terindah dan berkesan pada saat di Bali. Cihui… Bali Holde… moment yang paling kami tunggu. Walau dihiasi dengan berbagai macam halang rintang dan pengorbanan, tapi jadi juga kami ke Bali. Liburan lagi… hepy hepy… seneng-seneng deh disana (kalo inget, jadi pengen kesana lagi T.T). Cerita apa aja di Bali? Banyak. Tapi tidak untuk diceritakan. Tidak disini. Terlalu public. Ada kalanya, kenangan manis itu, kita simpan sendiri untuk kita kenang sendiri. Tanpa harus dibagikan kepada orang lain. Cerita singkat di kelas XI yang indah buatku.
Hey, aku lupa. Di masa ini juga aku tertantang untuk memimpin sebuah organisasi. Tapi masa kepemimpinaku ga semulus yang aku bayangin. Karna basicnya, masaku pada saat itu adalah masa-masa evolusi. Dimana aku dan teman-temanku harus berusaha keras untuk merubah tradisi lama menuju tradisi baru yang lebih baik dan bener sesuai aturan. Mengubah tradisi itu ga semudah yang dibayangin. Ada kalanya, kita harus dimusuhi sama senior, harus selalu adu mulut dengan mereka ataupun pihak sekolah, harus tetap bisa menjadi pemimpin yang dihargai dan berwibawa, bisa bawa temen-temen dan para junior, bisa ngajarin sesuatu yang baik, jadi panutan yang baim buat semua (sementara jadi panutan buat diri sendiri aja harus dipertanyakan), dan puncak masalah yang paling berat adalah pada saat detik-detik kami harus mengeluarkan salah satu ‘nenek moyang’ kami dengan cara yang benar-benar tidak terhormat. Dan itu merupakan aib terbesar yang pernah ditorehkan dalam sejarah organisasi kami. Tapi aku selalu bersyukur, orang-orang disekelilingku sangat peduli denganku. Mereka selalu memberikan semangat dan dukungan. Hingga aku bisa untuk menghadapinya. Mereka keluarga ketiga untukku…..
Dan ga pernah ada cerita SMA yang ga diwarnai dengan kisah cinta.... hahaha…
Hmm… kisah cintaku yah ??
Just one word ….
Rumit…
Aku ga pernah bayangin akan jatuh cinta pada seseorang sebelumnya. Tapi sayangnya, cinta itu tidak bertahan lama, tanpa ikatan, tanpa pernah ketemu, penuh kebohongan, dan yang paling aku sesali adalah “aku bukan aku”. Aku harus jadi orang lain. Coba pikirkan. Apa yang akan kalian banggakan ketika kalian mencintai seseorang yang tidak pernah mengenal ataupun tahu kamu??? Bisa dekat dengannya, selalu menjadi dewi malam untuknya, dan menjadi embun pagi baginya. Seseorang yang selalu ada di setiap harinya, selalu manjadi orang pertama yang tahu segala sesuatu darinya, selalu ada ketika dia bahagia ataupun sedih, kamu adalah orang yang selalu didambakan oleh orang yang kamu cintai tiap waktunya. Tapi ternyata semua itu bukan dirimu sendiri. Kamu harus jadi orang lain agar bisa seperti itu. Kamu bukanlah Dewi Malamnya ataupun Embun Paginya. Tapi orang lainlah yang menjadi semua itu. Percuma bukan ??????
Buat apa??
Akhirnya aku memutuskan untuk lepas dari semua itu. Aku harus membunuh satu karakter yang selama setahun lebih harus selalu aku perankan.
Memang sulit di awal. Tapi aku harus nyeleseiin semuanya. Atau akan ada penyesalan besar. Tapi aku mulai merasa, apa yang aku lakukan sudah amat sangat tepat. Justru setelah itu, aku jadi akrab banget sama dia. Dan kali ini, dia benar-benar mengenal AKU. Aku sendiri. Bukan orang lain itu lagi. Itulah hikmahnya.
Saat ini, masaku berada pada masa senior para siswa. Jadi tetua siswa. Hehehe…
Belum banyak cerita dimasa ini. Belum ada chemistry nya sih. Palingan cume ketemu temen-temen lama. Dan yang paling lama. 6 tahun sekelas. Dan dia tetep jadi cewek terPede yang pernah kukenal. Ga pernah menyerah untuk mencari Pelabuhan Hatinya. Salut deh sama kamu Sob… tetep semangat yah…
Banyak kenangan yang ga akan pernah lupakan. Satu-satunya masa SMA yang aku laluin. Dan akan banyak lagi cerita yang akan aku ukir di hidupku ini…
Seperti biasa, selalu ada 1 lagu yang mampu menggambarkan setiap ceritaku…

Lembayung Bali

Saras Dewi

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari…
Betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas merangkai mengulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yng t’lah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh, Cinta…
Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa…
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawaku
Semarak dan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengalir di cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan terpaan
Semangatmu itu
Oh, jingga…
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh, Mimpi…
Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung suryamu


Di Lembayung Bali…