Minggu, 29 November 2009

Betapa Beruntungnya Hidupmu Sekarang

Manusia diciptakan tidak ada satupun yang sempurna. Semua punya kekurangan dan kelebihan masing-masing…

Yah… kalimat itulah yang harus ditanamkan di hati dan pikiran semua orang. Biar gak ada manusia yang sombong.

Beberapa hari yang lalu, aku pergi ke tempat kerja Ibuku di Surabaya. Rencananya sih mau nganterin barang titipan. Pas berangkat sih oke-oke aja. Gak ada sesuatu yang aneh yang kualami dan kutemui. Semua berjalan seperti biasa. Pas perjalanan pulang, seperti biasa aku harus ngelewatin beberapa lampu merah. Di lampu merah pertama dan kedua, aku gak menemui sesuatu yang aneh. Tapi, pas ngelewatin lampu merah ketiga, ada satu pemandangan yang (mungkin) kata orang biasa aja. Tapi, sesuatu yang biasa itulah yang aku perhatikan dan sampai jadi pusat perhatianku. Sesuatu yang biasa itulah yang kupikirkan sampai aku jadi kepikiran.

Yah… sesuatu yang biasa… aku cuma ngeliat seorang anak perempuan yang pake baju kusut, kummel, kotor, kucel, rambut acak-acakan, item (lebih item daripada aku), dan gak pake alas kaki. Kalo tak perhatiin, mungkin umurnya kira-kira 13/14 tahunan lah. Kira-kira anak seumuran dia adalah seorang siswi SMP. Wajarnya, seorang anak seperti dia, harusnya lagi di sekolah (sekolah di Surabaya kan full day), sedang belajar ilmu-ilmu yang harusnya sudah diberikan kepada anak seusianya sekarang, atau dia lagi maen ma temen-temennya, lagi becanda-becanda, jajan di kantin sekolah, dan banyak lah. Tapi yang kulihat kemarin adalah, dia lagi duduk seorang diri di pinggir trotoar lampu merah di tengah-tengah hawa siang kota Surabaya yang amat sangat panas sambil bawa setumpuk sisa koran yang belum laku.

Yaampun…. Kasihaaaann banget. Dia cuma duduk sendiri di pinggir trotoar. Dia gak coba buat nawarin lagi korannya yang belum laku itu. Mungkin dia udah capek banget dan gak berniat buat nawarin korannya karena pesimis kali ya? Dan sayapun mungkin bisa merasakan gimana panasnya jalan aspal di siang hari. Apalagi dia gak pake sendal. Kalo aku mungkin aku bakal ngelakuin hal yang sama kayak dia. Daripada aku jalan kaki nawarin koran di siang-siang yang panas gini, trus belum tentu juga kan ada orang yang mau beli (secara udah siang banget kayak gitu, mana ada yang mau beli coba. Koran kan enaknya dibaca pagi-pagi) ya mending aku duduk di pinggir jalan. Kalo ada yang mau beli kan bisa tinggal nyodorin uang minta koran gue. Hehehe…
Anak cewek itu lagi duduk sambil toleh kanan kiri, lihat ada orang yang manggil dia buat beli koran atau ga. Sekali waktu, dia sempet lihat aku. Dia merhatiin aku yang lagi nyetir motor sambil pake headset dan masih pake seragam sekolah. Dia ngamatin aku, lihat sepatuku, seragamku, tas sekolahku, dan motorku. Yang ada dipikiranku pada saat itu adalah, dia pasti iri banget sama aku. Yah…iri. Dia pasti pengeenn banget buat ngerasain sekolah (bukan panas-panasan di pinngir jalan buat jualan koran), ngerasain punya temen (bukan sendirian kayak yang tak lihat), punya guru yang bisa ngasih ilmu (bukan nunggu orang lain nyodorin uang buat beli koran dia), pake seragam sekolah (bukan baju lusuh yang kotor), bawa buku, bawa tas (bukan bawa koran buat dijualin). Tapi yang kulihat, dia cuma gadis kecil yang lusuh, kucel, laper, capek, sendirian.

****

Kadang aku mikir, betapa beruntungnya hidup yang kumiliki sekarang. Aku masih punya orang tua yang (ya, ga terlalu kayaa banget emang) setidaknya berkecukupan. Masih bisa bayarin sekolahku, ngasih makan aku, bisa tinggal di rumah yang (ga terlalu geedee banget emang, tapi paling ga) nyaman, bisa beliin aku baju bagus, seragam sekolah, buku, tas, motor buat ke sekolah (jadi aku gak usah capek-capek naek angkot panas-panas tiap hari), handphone, komputer, bayarin les, bayarin kebutuhan ini itu, minta ini itu, dan hal-hal yang aku pengenin. .

Aku baru sadar, aku adalah orang yang jauh lebih beruntung daripada orang lain kebanyakan yang kurang beruntung (kayak cewek yang aku temuin tadi).

Kadang aku males banget kalo disuruh belajar (padahal banyak anak lain yang pengen belajar tapi gak punya buku). Kadang aku ngantuk banget di sekolah dengerin guruku nerangin (padahal banyak anak lain yang mati-matian pengen sekolah, pengen ngeraih cita-cita dan ngerubah keadaan mereka sekarang). Kadang aku mikir, betapa gak bersyukurnya aku ketika aku minta dibeliin sesuatu tapi gak diturutin karna ortu lagi bokek aku lagsung gondok marah2 (padahal banyak anak lain yang jangankan beli sesuatu yang diinginkan bahkan buat makan aja susah). Kadang aku malu soalnya aku cuma punya sesuatu yang gak sebagus punya temenku (padahal banyak anak lain disana yang sesuatu yang dipunyanya jauh lebih mengenaskan daripada punyaku). Kadang aku iri sama temanku yang punya rumah bagus (padahal banyak anak lain disana yang harus tinggal di jalanan karena gak punya rumah). Kadang aku males makan, kalo lihat makanan dirumah gak sesuai selera (padahal banyak anak lain disana yang kelaparan).

Banyak hal yang kadang gak aku syukurin dalam hidup ini. Padahal jauh disana, banyak orang-orang yang hidupnya jauh ada dibawahku. Aku mesti inget, hidup itu gak selalu diatas, pasti ada saat kita ada dibawah. Dan orang-orang baru akan sadar, betapa beruntungnya kehidupan yang dimilikinya ketika dia ada dibawah bukan ??
Oleh karena itu teman, sebelum kalian ada di bagian itu, bukankah lebih baik kita mensyukuri apa yang kita punya sekarang. Buka mata lebar-lebar, betapa beruntungnya dirimu. Sebelum kamu ngeluh, lihat dulu dan pikirkan dulu bahwa ada orang-orang yang nasibnya tidak semujur kamu.
Teringat satu artikel yang yang dibuat seorang teman dan terpampang di madding dalam kelasku.
Sebelum Kamu Mengeluh

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk dalam hidupnya

Sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang keadaan rumahmu
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan

Disaat kamu mengeluh tentang sekolahmmu
Pikirkan tentang anak-anak yang ingin sekolah, tapi tidak mampu

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesulitan
Tersenyum dan mengucap syukurlah pada Tuhan bahwa kamu masih hidup


Hikmah apa yang bisa diambil dari artikel yang kepajang di mading kelasku itu tapi ga pernah ada yang mau baca. Jadi inget salah satu lagu faforit.

Tak ada manusia, yang terlahir sempurna.
Jngan kau sesali segala yang telah terjadi.
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat.
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi.
Syukuri apa yang ada.
Hidup adalah anugrah.
Tetap jalani hidup ini.
Melakukan yang terbaik.
Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya.
Bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa.
Jangan menyerah.
J.A.N.G.A.N__M.E.N.Y.E.R.A.H


Jangan Menyerah – D’ Masiv

So, hargai hidupmu dan apa yang kamu miliki sekarang.

********